Kerusuhan Warnai Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Kerusuhan Warnai Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko
Istimewa

Kerusuhan pecah di luar Stadion Azteca saat pembukaan Piala Dunia 2026. Polisi diserang bom molotov dan lemparan batu, dan puluhan orang diamankan.

Frame Daily, Mexico city – Pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, Meksiko, diwarnai kerusuhan yang terjadi di luar Stadion Azteca, Kamis (11/6) waktu setempat. Bentrokan antara sekelompok massa bertopeng dan aparat kepolisian pecah hanya beberapa saat sebelum laga pembuka turnamen sepak bola terbesar di dunia dimulai.

Kelompok massa melemparkan bom molotov, batu bata, batu, hingga botol ke arah petugas keamanan yang berjaga di sekitar stadion. Aparat antihuru-hara segera dikerahkan untuk membubarkan massa dan mengamankan kawasan di sekitar pintu masuk Stadion Azteca.

Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran mengenai kelancaran pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Aparat keamanan bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga laga tetap dapat digelar sesuai jadwal.

Massa Bertopeng Bentrok dengan Polisi

Berdasarkan laporan otoritas setempat, sekitar 200 orang bertopeng memisahkan diri dari kelompok demonstran yang berjumlah sekitar 800 orang. Mereka bergerak menuju area stadion dan terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Dalam kericuhan itu, massa melemparkan berbagai benda keras, termasuk batu bata dan bom molotov, ke arah polisi. Sejumlah kendaraan polisi juga mengalami kerusakan akibat lemparan benda tumpul.

Polisi kemudian membentuk barikade untuk mencegah massa memasuki kawasan stadion. Gas air mata dan peralatan pengendali massa disiagakan guna membubarkan kelompok yang semakin agresif.

Beberapa anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut. Sementara itu, puluhan orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pertandingan Tetap Berjalan

Meski situasi di luar stadion berlangsung tegang, pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Ribuan penonton yang telah berada di dalam Stadion Azteca dapat menyaksikan pertandingan tanpa gangguan berarti.

Petugas keamanan memperketat pemeriksaan di seluruh pintu masuk stadion guna memastikan tidak ada ancaman yang masuk ke area pertandingan. Pengamanan juga diperluas ke sejumlah titik keramaian di Mexico City.

FIFA Fan Festival yang digelar di kawasan Zócalo tetap berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan.

Kota Mexico Diwarnai Gelombang Demonstrasi

Beberapa hari sebelum pembukaan Piala Dunia, Mexico City memang menjadi lokasi berbagai aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat. Guru, pekerja sektor publik, keluarga korban orang hilang, hingga kelompok aktivis turun ke jalan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Meski berlangsung berdekatan dengan pembukaan Piala Dunia, pemerintah Meksiko menyatakan bentrokan di sekitar Stadion Azteca tidak berkaitan langsung dengan aksi demonstrasi tersebut. Otoritas menilai kerusuhan dipicu oleh sekelompok orang yang memanfaatkan keramaian pertandingan.

Keamanan Jadi Evaluasi Penyelenggara

Kerusuhan ini menjadi perhatian besar karena terjadi pada hari pertama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Pemerintah Meksiko memastikan pengamanan akan diperketat selama berlangsungnya turnamen. Ribuan personel keamanan telah disiagakan untuk mengawal seluruh pertandingan yang digelar di wilayah Meksiko.

Penyelenggara berharap insiden tersebut tidak mengganggu jalannya Piala Dunia yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan dan diikuti oleh 48 negara peserta.

Hingga saat ini, aparat masih menyelidiki pelaku utama kerusuhan dan kemungkinan adanya kelompok yang mengoordinasikan aksi kekerasan tersebut. Pemerintah Meksiko juga menegaskan akan mengambil tindakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap aparat keamanan.

Dilansir dari the Guardian

Ditulis oleh TA

Komentar