Dua Pekan ke Depan, Trump Akan Umumkan Kemenangan Dari Iran

Dua Pekan ke Depan, Trump Akan Umumkan Kemenangan Dari Iran
Presiden AS Donald Trump. (Dok.Anadolu Agency)

Frame Daily, Istanbul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan mendeklarasikan "kemenangan total" atas Iran dalam dua pekan ke depan.

Sebagaimana dilansir ANTARA, Pernyataan Trump ini disampaikan Senin (8/6/2026), hanya beberapa jam setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan eskalasi kekerasan terburuk sejak gencatan senjata mulai berlaku pada April lalu.

"Kami adalah tim yang sangat tangguh, dan saya pikir kami sedang memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kami mendeklarasikan kemenangan total," kata Trump dalam sebuah rapat umum virtual untuk Senator Lindsey Graham, salah satu sekutu dekat Partai Republik.

"Itu akan menjadi kemenangan total. Itu akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan turun drastis," lanjutnya.

Sebelumnya pada Senin, Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel. Namun, Teheran memperingatkan akan memberikan respons yang "menghancurkan" apabila operasi militer Israel di Lebanon terus berlanjut.

Militer Iran menyatakan bahwa Israel dan para sekutunya "seharusnya telah belajar" dari respons yang diberikan Teheran.

Ketegangan kawasan meningkat tajam pada Minggu setelah Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata masih berlaku. Serangan tersebut mendorong Iran meluncurkan rudal balasan ke wilayah utara Israel, yang kemudian memicu gelombang serangan udara Israel terhadap sejumlah target di Iran.

Trump turun tangan pada Senin dini hari dengan mengunggah pernyataan di platform Truth Social miliknya yang menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan pertempuran.

Pada Senin malam, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan bahwa pertempuran dengan Iran telah berhenti "untuk saat ini". Namun, ia memperingatkan bahwa Israel akan membalas apabila kembali menjadi sasaran serangan.

Trump Marah Isreal Berkonflik dengan Lebanon

Pada pekan lalu, Donald Trump juga mengaku terganggu dengan sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menurutnya terus terlibat dalam konflik dengan Lebanon, meski keduanya tetap memiliki hubungan yang baik.

Dalam wawancara dengan Pod Force One yang diunggah pada Rabu, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Turki, Anadolu Agency, Trump menanggapi laporan mengenai percakapan telepon yang berlangsung sengit dengan Netanyahu pada Senin.

Trump mengatakan dirinya menyampaikan kepada pemimpin Israel itu bahwa pada titik tertentu konflik tersebut harus dihentikan.

“Pada suatu titik, saya mengatakan kepada Bibi, kita harus menghentikan ini,” ujar Trump.

Ia mengaku “sedikit terganggu” oleh sikap Netanyahu yang terus berkonflik dengan Lebanon.

“Saya sedikit terganggu dengan dia yang terus-menerus berperang dengan Lebanon,” kata Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa dirinya dan Netanyahu memiliki hubungan yang sangat baik.

“Kami bekerja sama dengan sangat baik. Saya sangat menyukai Bibi (Netanyahu). Dan saya bekerja sangat baik dengannya. Saya adalah presiden di masa perang, dia adalah perdana menteri di masa perang, di kawasan yang sangat penting bagi dunia,” ujarnya.

Mengungkit program nuklir Iran, Trump juga mengatakan Israel tidak akan bertahan tanpa dukungan yang diberikannya.

“Hal itu berkaitan dengan Israel, karena mereka mungkin akan menjadi pihak pertama yang terkena dampaknya. Tidak akan ada Israel ... Jika bukan karena saya, tidak akan ada Israel saat ini,” kata Trump.

Ditulis oleh IR

Komentar