Kemhan Tegaskan Latsarmil Bukan Pendidikan Militer

Kementerian Pertahanan menegaskan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk membentuk prajurit TNI, melainkan membangun karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

Kemhan Tegaskan Latsarmil Bukan Pendidikan Militer
 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). (Frame Daily)

Frame Daily, Jakarta - Kemhan menegaskan bahwa Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bukan bertujuan membentuk prajurit TNI. Program tersebut dirancang untuk membangun karakter, disiplin, kepemimpinan, dan profesionalisme para peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, di tengah perhatian publik terhadap penyelenggaraan Latsarmil.

"Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer," ujar Ketut Gede Wetan Pastia.

Latsarmil Fokus pada Karakter dan Kepemimpinan

Menurut Kemhan, peserta Latsarmil tetap menjalankan profesinya sebagai masyarakat sipil dan dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

Materi yang diberikan meliputi pendidikan bela negara, kepemimpinan, manajerial, integritas, kerja sama, tanggung jawab, hingga kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Kemhan menilai pembentukan karakter tersebut penting untuk mendukung pengelolaan koperasi yang profesional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Tidak Disamakan dengan Pendidikan Prajurit

Ketut menegaskan penyelenggaraan Latsarmil disusun dengan mempertimbangkan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Karena itu, pola pelatihan tidak disamakan dengan pendidikan dasar militer yang dijalani prajurit TNI.

Menurutnya, hubungan program tersebut dengan pertahanan negara terletak pada upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan koperasi yang lebih baik.

Porsi Latihan Disebut Tidak Berat

Sementara itu, Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan mengatakan porsi fisik dalam Latsarmil tidak diarahkan untuk membentuk personel militer.

Menurut Hengki, materi pelatihan lebih menitikberatkan pada pembentukan disiplin, integritas, kepemimpinan, dan etos kerja.

Ia bahkan menyebut program tersebut juga menerima peserta penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan administrasi.

"Porsi sejak awal itu tidak berat. Bahkan dalam proses rekrutmen, saudara-saudara kita yang disabilitas juga kami terima," ujarnya.

Kemhan Evaluasi Pemeriksaan Kesehatan

Menanggapi sorotan terhadap penyelenggaraan Latsarmil, Kemhan menyatakan akan memperkuat proses pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan.

Hengki mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan proses skrining kesehatan sehingga kondisi setiap peserta dapat dipetakan sejak awal.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko selama pelaksanaan Latsarmil sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar