Karhutla Masih Meluas, Pemadaman Diperkuat.

Karhutla masih ditemukan di sejumlah wilayah prioritas. BNPB memperkuat pemadaman darat, patroli udara, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.

Karhutla Masih Meluas, Pemadaman Diperkuat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melakukan siaran pers. (Foro : Bayu)

Frame Daily, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan ribuan personel, patroli udara, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penanganan diprioritaskan pada titik api yang masih aktif. Setelah api dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus di wilayah lahan gambut. Api yang terlihat padam belum otomatis berarti kebakaran telah benar-benar berakhir.

“Api yang sudah dipadamkan belum tentu segera padam,” kata Berton dalam pemaparannya.

Karakteristik gambut membuat proses pemadaman lebih sulit. Petugas harus memastikan api benar-benar mati, lahan menjadi dingin, kemudian melakukan pengecekan agar titik api tidak muncul kembali.

Water Bombing Dikerahkan di Sejumlah Wilayah

Operasi udara menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan karhutla. Di Kalimantan Selatan, misalnya, BNPB mencatat 31 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 551 hektare.

Satgas Darat dikerahkan sebanyak 1.408 personel. Sementara itu, lima armada udara melakukan patroli dan water bombing dengan total air yang disebarkan mencapai sekitar 1,287 juta liter.

Dari operasi tersebut, sekitar 86 hektare lahan berhasil dipadamkan melalui water bombing.

Kendala di lapangan cukup kompleks. Akses menuju lokasi kebakaran sulit, sumber air berada jauh dari titik api, area yang terbakar cukup luas, sementara angin dan asap mengganggu jarak pandang petugas.

Di Riau, BNPB mencatat enam titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 159 hektare. Operasi udara menggunakan tiga unit untuk water bombing dan berhasil menyebarkan lebih dari 360 ribu liter air.

Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan dengan menyemaikan sekitar 2.000 kilogram garam untuk mengoptimalkan peluang hujan di sejumlah wilayah.

Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian

Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar. Asap yang dihasilkan juga memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang masyarakat.

Di Kalimantan Selatan, kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 9 kilometer.

Kondisi serupa juga ditemukan di Jambi. BNPB mencatat tujuh titik panas dengan luas lahan terbakar 18,5 hektare. Jarak pandang di wilayah tersebut hanya sekitar 3 kilometer.

Di Jambi, pemadaman dilakukan oleh 5.984 personel Satgas Darat. Sementara operasi udara menggunakan tiga unit untuk water bombing dengan 276 ribu liter air yang disebarkan.

Aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan. Sekolah juga tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah, dengan anjuran penggunaan masker secara benar.

Khusus Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur penerapan pembelajaran jarak jauh secara kondisional terkait kondisi asap.

Karhutla Muncul di Sekitar Wilayah IKN

Perhatian juga diarahkan ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). BNPB mencatat 61 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 400 hektare yang berdampak pada wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penanganan melibatkan Otorita IKN, BPBD, TNI, kepolisian, Manggala Agni, serta unsur lainnya. BNPB juga menyiapkan reposisi helikopter dari Banjarmasin menuju wilayah IKN.

Bantuan armada dari Papua juga disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Sumber air dan akses menuju lokasi menjadi kendala utama dalam pemadaman.

Di Papua Barat, BNPB menemukan 18 titik api dengan luas terbakar sekitar 223,5 hektare. Lebih dari 24 hektare telah berhasil dipadamkan.

Patroli udara dilakukan untuk memantau perkembangan titik api. Water bombing juga disiapkan dengan dua armada, sementara lebih dari 123 ribu liter air telah disebarkan dan sekitar 14 hektare lahan berhasil dipadamkan.

Hasil patroli udara juga menemukan kebakaran dengan area cukup luas di Bomberai, Kabupaten Fakfak. Lokasi tersebut disebut sudah mendekati permukiman warga. Lampung Empat Hari Tanpa Titik Api

Situasi berbeda terlihat di Lampung. Wilayah ini sebelumnya sempat ditemukan titik api, tetapi BNPB menyebut tidak ada lagi titik api yang ditemukan dalam empat hari berturut-turut. Luas lahan yang sebelumnya terbakar tercatat lebih dari 1.715 hektare.

Operasi modifikasi cuaca sempat dilakukan dengan menyemaikan 800 kilogram garam untuk mengoptimalkan hujan ringan di Lampung Selatan dan Lampung Timur, terutama di sekitar perbatasan Taman Nasional Way Kambas.

BNPB menyebut satwa gajah di kawasan tersebut tetap aman dan tidak terdampak karhutla. Operasi modifikasi cuaca di Lampung kemudian dihentikan pada 2 September 2026.

Ditulis oleh Bayu

Komentar