Frame Daily, Jakarta - Sebagian besar orang membayangkan ulang tahun sebagai perayaan yang diwarnai perhiasan, pakaian bermerek, atau kendaraan mewah. Namun, tidak demikian dengan perayaan ulang tahun ke-44 kreator konten kuliner ternama, Farida Nurhan.
Wanita yang akrab disapa Omay ini justru mendapatkan hadiah yang jauh dari kata konvensional: sebuah kepastian lokasi tempat peristirahatan terakhirnya. Sang putri, Permesta Dhyaz, secara khusus membelikan kavling makam di pemakaman eksklusif San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Momen penyerahan hadiah tersebut dibagikan Farida melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video unggahannya, Omay terlihat haru sekaligus tak mampu menutupi senyum bahagia saat menerima amplop coklat berisi bukti pemesanan lahan pemakaman dari anak perempuannya.
Bagi publik awam, ide memberikan kavling makam sebagai kado ulang tahun mungkin terasa aneh, bahkan tabu. Namun bagi Farida Nurhan, kado ini justru menjadi penutup manis dari daftar keinginan (wishlist) yang telah ia idam-idamkan sejak lama.
Menanggapi berbagai tanggapan warganet yang menganggap kado tersebut bertentangan dengan mitos masyarakat, Farida secara tegas memberikan klarifikasi. Ia meminta publik untuk tidak menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang membawa sial atau pamali.
"Guys, please jangan berpikiran kalau ini pamali ya," tulis Farida dalam keterangan unggahan media sosialnya. Menurutnya, keinginan memiliki lahan pemakaman sendiri merupakan keputusan rasional mengenai masa depan. Ia mengaku ingin memastikan segalanya sudah siap sebelum waktunya tiba, tanpa ada maksud mendahului takdir.
Lebih lanjut, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang kini sukses menjadi pembuat konten kuliner ini menjelaskan alasannya dari sudut pandang kepraktisan dan kedekatan keluarga. Dengan menyiapkan lahan pemakaman lebih awal, ia merasa tidak akan membebani anak maupun cucunya ketika kelak ia berpulang. Pemilihan lokasi di San Diego Hills juga disesuaikan dengan aksesibilitas agar memudahkan anak-cucunya saat hendak berziarah.
"Kalau punya rumah terakhir, jadi enggak terlalu ngerepotin orang lain juga," tutur Omay. Ia juga menambahkan bahwa keinginan hidup panjang umur, sehat, dan dapat terus mendampingi tumbuh kembang anak dan cucunya tetap menjadi doa utamanya di usia yang baru ini.
Penyerahan kado unik ini bermula dari obrolan kasual antara Farida dan Dhyaz. Dhyaz, yang memahami betul keinginan ibunya untuk memiliki "rumah terakhir", memutuskan untuk mewujudkan angan-angan sang ibu pada perayaan hari jadinya tahun ini.

Langkah Dhyaz mencerminkan bentuk kedewasaan serta perhatian mendalam seorang anak yang mendengarkan detail keinginan orang tuanya. Pilihan memberikan kavling pemakaman menjadi simbol apresiasi Dhyaz atas perjuangan hidup sang ibu yang membesarkannya.
Farida pun tidak henti-hentinya mengutarakan rasa syukur dan terima kasih kepada Dhyaz. Ia merasa pencapaian hidupnya sebagai manusia sudah lengkap—mulai dari tempat tinggal di dunia, keberhasilan anak dan cucu, kelancaran rezeki, hingga ketersediaan lahan pemakaman untuk akhirat kelak.
Aksi yang dilakukan oleh keluarga Farida Nurhan secara tidak langsung membenturkan mitos tradisional dengan realitas perencanaan masa depan. Di banyak negara modern, pembelian kavling pemakaman secara pra-kebutuhan (pre-need) merupakan hal umum dalam perencanaan finansial dan warisan. Hal ini dianggap sebagai tindakan bertanggung jawab untuk meminimalkan beban finansial serta emosional keluarga yang ditinggalkan saat duka melanda.
Unggahan Farida Nurhan kini dibanjiri ucapan selamat ulang tahun serta doa dari rekan sesama kreator konten dan penggemarnya. Banyak yang memuji keterbukaan pikiran Omay dan tindakan Dhyaz yang dinilai sangat realistis serta berani mematahkan stigma tabu di masyarakat.
Bagi Farida Nurhan, ulang tahun ke-44 ini bukan sekadar pergantian angka, melainkan momentum bagi dirinya untuk memandang hidup dan kematian secara lebih bijak. Ia membuktikan bahwa menyiapkan masa depan tidak hanya terbatas pada aset duniawi, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi fase akhir perjalanan hidup.
Komentar