Frame Daily, Jakarta - Panggung komedi dan panggung hiburan Indonesia kembali diselimuti awan kelabu. Salah satu sosok komedian legendaris yang membesarkan blantika komedi layar kaca era 1990-an, Topan Srimulat, mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian seniman komedi bernama lengkap Topan Muhammad Sugianto ini menjadi pukulan mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar sang seniman, melainkan juga bagi generasi penikmat komedi yang tumbuh bersama banyolan khasnya.
Berdasarkan kabar yang dikonfirmasi, Topan berpulang pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahir di Malang pada 12 April 1956 dari pasangan Abdul Gani dan Malsamah, Topan tutup usia dengan meninggalkan warisan karya komedi yang tak ternilai harganya bagi sejarah komedi Tanah Air.
Dunia seni panggung bukanlah hal yang asing dalam silsilah keluarga Topan. Langkah karirnya di panggung komedi tak bisa dilepaskan dari peran sang adik, Sugeng Winarso, atau yang publik kenal dengan nama panggung Leysus. Leysus sendiri telah lebih dulu berpulang mendahului sang kakak pada 3 Januari 2006 silam akibat penyakit kanker mulut yang diidapnya.
Topan awalnya mengikuti jejak sang adik yang lebih dahulu menceburkan diri dalam panggung kesenian tradisional ketoprak. Perlahan tapi pasti, kelihaian Topan dalam melempar punchline dan merespons ketukan lakon komedi panggung menjadikannya sosok yang diperhitungkan. Nama Topan & Leysus kemudian melejit bak meteor ketika keduanya berduet membawakan komedi bergaya khas kedaerahan yang dibalut kesenian tradisional.
Kepopulerannya makin melesat tajam saat ia terlibat aktif dalam tayangan legendaris Ketoprak Humor di televisi nasional. Program yang mengawinkan kelestarian budaya tradisional dengan komedi modern tersebut berhasil menyita perhatian puluhan juta pasang mata di seluruh nusantara. Gaya leluconnya yang polos namun mengocok perut, dipadu dengan gestur panggung yang luwes, menjadikan sosok Topan langganan tampil di layar kaca sepanjang tahun 90-an.
Kehebatannya mengolah komedi lantas membawanya bergabung ke dalam grup lawak paling legendaris di Indonesia, Srimulat. Bergabungnya Topan bersama jajaran pelawak papan atas Srimulat semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu mastermind komedi panggung Jawa Timuran yang sangat diperhitungkan. Sepanjang karier keemasannya, wajah Topan juga secara rutin mewarnai berbagai program komedi televisi favorit khalayak pada zamannya, sebut saja Ronda, Pansus, hingga Toples Show.
Kabar wafatnya sang komedian senior bergerak cepat dan memicu gelombang duka di ruang publik, khsusnya di wilayah Jawa Timur tempat ia menghabiskan masa hidupnya. Penghormatan terakhir mengalir deras dari sesama seniman panggung, insan media, hingga jajaran instansi pemerintahan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam secara resmi melalui unggahan media sosial. Dalam pernyataannya, pihak Pemprov Jatim secara khusus mengenang kontribusi besar serta dedikasi tanpa henti yang telah dipersembahkan Topan selama berpuluh-puluh tahun menghidupkan seni pertunjukan seni lokal dan seni komedi Indonesia. Pihak Pemprov juga turut memanjatkan doa terbaik agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini.
Bagi masyarakat penikmat komedi layar kaca era 90-an, tawa yang pernah dihadirkan oleh Topan Muhammad Sugianto akan selalu menjadi memori manis yang tak lekang oleh waktu. Kepergiannya meninggalkan celah kosong pada jajaran maestro lawak tradisional, namun dedikasi dan karyanya akan senantiasa menjadi bagian penting dalam sejarah komedi Indonesia. Selamat jalan, Topan Srimulat. Terima kasih atas puluhan tahun tawa yang telah disajikan untuk menghibur masyarakat Indonesia.
Komentar