Frame Daily, Beirut – Israel kembali melancarkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon pada Senin (29/6), meski kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat untuk meredakan konflik di perbatasan telah diumumkan.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara menghantam kawasan di antara desa Qantara dan Deir Siriane di Lebanon selatan. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Di tengah situasi tersebut, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyatakan penolakannya terhadap kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.
"It will not be implemented." (Kesepakatan itu tidak akan diterapkan), kata Nabih Berri, seperti dikutip Reuters, Senin (29/6).
Berri juga menilai kesepakatan tersebut sebagai "an agreement of dictates, not an agreement that preserves Lebanon's rights" atau "kesepakatan yang bersifat paksaan, bukan kesepakatan yang menjaga hak-hak Lebanon," sebagaimana dilaporkan Reuters.
Sementara itu, hingga kini pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan terbaru yang dilaporkan terjadi di Lebanon selatan.
Serangan ini kembali memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah.
Komentar