IHSG Menguat Tipis, Investor Cermati Suku Bunga Global

IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga global. Pelaku pasar juga mencermati data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

IHSG Menguat Tipis, Investor Cermati Suku Bunga Global
IHSG menguat pada perdagangan Kamis di tengah perhatian investor terhadap kebijakan suku bunga global, inflasi Indonesia, dan neraca perdagangan terbaru.. (Photo by Ruben Sukatendel / Unsplash)

Frame Daily, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Kamis. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan suku bunga global, data inflasi domestik, serta kondisi neraca perdagangan Indonesia.

Pada awal perdagangan, IHSG naik 14,72 poin atau 0,26 persen ke level 5.709,84. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,57 poin atau 0,46 persen menjadi 559,32.

Investor Masih Menunggu Arah Kebijakan The Fed

Associate Director Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang menguat terbatas dengan level support dan resistance yang perlu diperhatikan investor.

Menurutnya, pasar global masih dipengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Ekspektasi inflasi yang mulai mereda serta penurunan harga energi menjadi faktor yang ikut memengaruhi pergerakan pasar keuangan internasional.

Inflasi dan Neraca Dagang Jadi Perhatian

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan, 1,79 persen sejak awal tahun, dan 3,34 persen secara tahunan.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Nilai impor sebesar US$24,81 miliar melampaui ekspor yang mencapai US$23,20 miliar.

Menurut Nico, pelemahan ekspor di tengah perlambatan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang meningkatkan tekanan terhadap sektor eksternal Indonesia.

Bursa Global Bergerak Variatif

Pergerakan bursa saham global masih berlangsung beragam.

Sejumlah indeks utama di Eropa ditutup bervariasi, sementara bursa Amerika Serikat juga bergerak mixed dengan Nasdaq mencatat pelemahan paling dalam.

Di kawasan Asia, perdagangan pagi menunjukkan arah yang berbeda-beda. Indeks Nikkei menguat, sedangkan Shanghai dan Hang Seng melemah. Strait Times Singapura tercatat berada di zona hijau.


Baca Juga

  • Inflasi Indonesia Juni 2026 Naik 3,34 Persen
  • Neraca Perdagangan Indonesia Defisit Pertama dalam Enam Tahun
  • Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Masih Waspada

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun berdasarkan data pasar dan keterangan analis yang tersedia pada saat penulisan. Pergerakan indeks saham dan pasar keuangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan perdagangan.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar