Gagal Tampil di XYZ Liveground Batam, Juicy Luicy Buka Suara

Juicy Luicy memberikan klarifikasi resmi mengenai pembatalan penampilannya di festival XYZ Liveground Batam melalui pernyataan 17 slide di Instagram.

Gagal Tampil di XYZ Liveground Batam, Juicy Luicy Buka Suara
Manajemen Juicy Luicy berikan pernyataan resmi terkait alasan pembatalan tampil di XYZ Liveground Batam akibat wanprestasi pihak penyelenggara (Dok. Instagram @juicyluicyband)

Frame Daily, Jakarta - Dunia pertunjukan musik Tanah Air kembali diwarnai isu tidak sedap terkait profesionalisme penyelenggara acara (event organizer). Kali ini, grup musik papan atas Juicy Luicy batal manggung dalam gelaran festival bertajuk XYZ Liveground yang diselenggarakan di Batam. Setelah sempat menjadi sorotan dan menuai berbagai spekulasi di media sosial, Juicy Luicy akhirnya angkat bicara dengan merilis klarifikasi resmi sebanyak 17 slide melalui akun Instagram resmi mereka, @juicyluicyband.

Dalam pernyataan tertulisnya, pihak Juicy Luicy menyampaikan rasa berat hati atas beredarnya narasi dan informasi yang memutarbalikkan fakta pasca-pembatalan tersebut. Mereka menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil oleh tim manajemen dan teknis semata-mata mengacu pada tata cara serta kesepakatan kontrak awal yang sayangnya tidak diindahkan oleh pihak penyelenggara XYZ Liveground.

Masalah bermula jauh sebelum hari H pertunjukan. Manajemen Juicy Luicy mengaku telah secara intensif menagih pelunasan biaya tampil serta kepastian logistik sejak H-7 acara. Sesuai dengan standar operasional dan kontrak kerja sama industri musik, seluruh kewajiban finansial serta administrasi perjalanan seharusnya sudah rampung sebelum keberangkatan rombongan penampil.

Namun, alih-alih mendapatkan kejelasan, respons yang diterima tim Juicy Luicy justru jauh dari kata profesional. Komunikasi sering kali digantung atau tidak dibalas sama sekali. Pihak penyelenggara dinilai kerap mengulur waktu dengan janji-janji manis tanpa realisasi konkret. Menurut Juicy Luicy, pola komunikasi semacam ini sangat jarang mereka temui selama bertahun-tahun berkiprah di industri musik dan bekerja sama dengan ratusan penyelenggara acara lainnya.

Meskipun terus didesak, pelunasan biaya tampil baru dilakukan penyelenggara sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan rombongan menuju Batam. Sayangnya, pembayaran honor tersebut tidak disertai dengan kelengkapan dokumen perjalanan penting lainnya, seperti tiket pesawat, bukti pemesanan penginapan untuk dua malam, serta pembayaran bagasi ekstra (pre-paid baggage).

Kondisi makin kritis ketika hari mendekati waktu keberangkatan. Berdasarkan informasi awal dari penyelenggara, penerbangan menuju Batam dijadwalkan pada pukul 05.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Posisi Juicy Luicy beserta seluruh tim produksi berada di Bandung, yang memerlukan waktu tempuh darat beberapa jam menuju bandara di Cengkareng tersebut.

Hingga pukul 20.00 WIB, tim belum mengantongi kepastian tiket penerbangan. Setelah memberikan ketegasan bahwa mereka tidak akan bergerak dari Bandung tanpa tiket yang valid, pihak penyelenggara baru mengirimkan tiket pesawat pada pukul 22.26 WIB. Meski demikian, tiket kepulangan, bukti akomodasi hotel, dan bagasi ekstra yang tercantum dalam kesepakatan riders masih belum dipenuhi.

Tepat pada tengah malam, penyelenggara menawarkan skema kompromi: membayar biaya logistik sebesar Rp26 juta terlebih dahulu agar tim segera berangkat menuju bandara, sementara sisanya dijanjikan bakal ditransfer sesampainya tim di Soekarno-Hatta. Menerima tawaran tersebut dengan iktikad baik, tim Juicy Luicy pun bergerak ke bandara. Namun setibanya di sana, janji transfer senilai Rp26 juta tersebut ternyata kembali menguap begitu saja.

Sesampainya di bandara, tim Juicy Luicy berpacu dengan batas waktu pendaftaran bagasi yang ditutup pukul 04.00 WIB. Masalah utama meledak pada poin bagasi ekstra untuk membawa peralatan musik dan instrumen pertunjukan.

Penyelenggara secara sepihak memindahkan penerbangan Juicy Luicy ke maskapai yang hanya memberikan jatah bagasi gratis sebesar 15 kg per orang. Perubahan mendadak ini menyebabkan lonjakan volume dan biaya ekstra bagasi yang sangat besar. Berdasarkan pengecekan awal di situs web maskapai, biaya pre-paid baggage tercatat sekitar Rp44 juta.

Namun, karena pembayaran tidak diselesaikan oleh penyelenggara dari awal dan proses check-in harus dilakukan langsung di kounter bandara pada saat-saat terakhir, harga pembelian bagasi melonjak drastis menjadi Rp64 juta. Penyelenggara yang kembali dihubungi tidak memberikan tanggapan maupun solusi pembayaran atas lonjakan biaya tersebut.

Merasa telah dibohongi berulang kali dan tidak melihat iktikad baik maupun kepastian finansial dari penyelenggara untuk menanggung biaya instrumen mereka, Juicy Luicy akhirnya mengambil keputusan tegas untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Batam pada hari Sabtu tersebut.

Akibat pembatalan ini, Juicy Luicy menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh penggemar yang telah membeli tiket dan menantikan kehadiran mereka di Batam. Mereka juga memohon maaf apabila dalam dinamika komunikasi yang memanas sempat terucap kata-kata atau tindakan yang kurang berkenan.

Di sisi lain, Juicy Luicy menegaskan bahwa mereka tidak merasa perlu meminta maaf atas konsekuensi kegagalan acara yang murni disebabkan oleh kelalaian dan wanprestasi pihak penyelenggara. Menanggapi adanya peretasan, ujaran kebencian, hingga teror yang dialami tim pasca-kejadian, Juicy Luicy menyatakan telah mengantongi seluruh bukti percakapan serta dokumen pendukung, dan siap apabila pihak penyelenggara ingin membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Sebagai bentuk komitmen moral dan kepedulian terhadap warga lokal, Juicy Luicy juga mengumumkan bahwa mereka tidak akan menikmati sisa pembayaran yang sempat ditransfer oleh penyelenggara. Seluruh dana tersebut (100%) akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Batam, dengan bukti penyaluran yang nantinya ditunjukkan secara terbuka.

Di akhir klarifikasinya, Juicy Luicy menegaskan tekad mereka untuk terus berkarya meski di tengah situasi yang tidak ideal, ditandai dengan perilisan single terbaru mereka berjudul "Baik Hati". Pihak band menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk tata kelola pertunjukan yang lebih profesional di masa mendatang.

Ditulis oleh Defi

Komentar