Frame Daily, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari industri musik Tanah Air. Grup musik pop Melayu yang populer sejak era 2000-an, Kangen Band, mendadak dikabarkan bubar. Pengumuman mendadak ini disampaikan langsung oleh gitaris sekaligus pentolan grup, Dodhy Hardiyanto, melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 12 September 2026.
Keputusan tersebut serta-merta mengejutkan para penggemar dan penikmat musik nasional. Pasalnya, Kangen Band baru saja menyelesaikan aksi panggung bersama di Hong Kong empat hari sebelum pengumuman tersebut diunggah. Selama berada di Hong Kong, tidak terlihat adanya tanda-tanda keretakan maupun perselisihan di antara para personel.
Dalam unggahan di media sosialnya, Dodhy tidak menjelaskan secara terperinci alasan mendasar yang memicu pembubaran band yang telah membesarkan namanya itu. Namun, ia sempat melontarkan pernyataan yang menyenggol persoalan internal dengan menyinggung isu "kezaliman" yang diklaimnya sudah lama dipendam.
Hingga berita ini diturunkan, Dodhy belum memberikan klarifikasi atau penjelasan tambahan mengenai makna kezaliman yang dimaksud, maupun siapa pihak yang dituju dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan Dodhy berbanding terbalik dengan respons sang vokalis, Andika Mahesa. Saat dihubungi via telepon dari Lampung pada Sabtu (12/9/2026), Andika mengaku terkejut dan dibuat bingung oleh pengumuman sepihak dari rekan bermusiknya itu.
Andika menegaskan bahwa hubungan antarpersonel selama beberapa hari terakhir dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda ketegangan maupun obrolan seputar pembubaran saat mereka bertolak ke luar negeri.
"Ketemu kemarinlah di Hong Kong empat hari yang lalu. Baru pulang dari Hong Kong," ujar Andika saat dimintai konfirmasi.
Andika menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan adanya konflik internal yang dapat berujung pada pembubaran grup.
"Iya, memang enggak ada masalah sebenarnya. Bingung makanya," tegas vokalis yang akrab disapa "Babang Tamvan" tersebut.
Menurut Andika, masa depan sebuah grup musik yang memayungi banyak kepala seharusnya ditentukan melalui musyawarah bersama seluruh anggota, bukan lewat tindakan sepihak di media sosial. Langkah Dodhy yang mengumumkan pembubaran tanpa diskusi terlebih dahulu dinilainya kurang tepat.
Guna menyelesaikan persoalan ini dan mendapatkan kejelasan duduk perkara, Andika dijadwalkan terbang langsung dari Lampung menuju Jakarta pada hari yang sama. Ia berencana menggelar pertemuan tatap muka bersama seluruh personel dan pihak manajemen.
"Harusnya kan dibicarakan bersama seluruh personel, bukan diumumkan sepihak," tutur Andika menyoroti tata cara pengambilan keputusan di dalam band.
Kangen Band merupakan salah satu grup musik paling fenomenal di Indonesia yang merajai tangga musik pada era 2000-an lewat lagu-lagu hits seperti Penantian Yang Tertunda, Tentang Aku, Kau, dan Dia, serta Bintang 14 Hari. Setelah sempat beberapa kali mengalami bongkar-pasang personel hingga vakum, kembalinya formasi orisinal Kangen Band beberapa tahun terakhir sempat menyulut nostalgia dan antusiasme publik.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Kangen Band mengenai status hukum maupun keberlanjutan kontrak kerja panggung mereka. Publik dan para penggemar kini masih menantikan hasil pertemuan antara Andika, Dodhy, dan personel lainnya di Jakarta untuk memastikan apakah keberadaan Kangen Band benar-benar berakhir atau sekadar diterpa kesalahpahaman internal.
Komentar