Frame Daily, Jakarta - Isu dugaan utang piutang yang melibatkan publik figur kembali menyita perhatian publik. Kali ini, nama Giorgio Antonio menjadi sorotan setelah ditagih pinjaman senilai Rp200 juta oleh aktris Nikita Mirzani. Menanggapi tuduhan yang beredar luas di media sosial tersebut, pihak Giorgio Antonio akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jaenudin selaku perwakilan dari Giorgio Antonio. Ia mengungkapkan bahwa sebuah pertemuan telah digelar untuk meluruskan polemik yang meramaikan panggung hiburan tanah air tersebut. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sosok Wendah untuk mendampingi pembahasan mengenai isu uang ratusan juta rupiah yang santer dibicarakan.
Jaenudin menegaskan bahwa tuduhan mengenai utang sebesar Rp200 juta tersebut diangap oleh pihak Giorgio sebagai kabar bohong atau hoaks semata. Menurutnya, sebuah penagihan finansial yang valid seharusnya didasari oleh dokumen atau bukti-bukti transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administratif.
"Kalau kita nagih seseorang, paling tidak kan ada kuitansi, ada bukti transfer, bukti serah terima, atau bukti chat dan sebagainya," ujar Jaenudin saat memberikan keterangannya.
Pihak Giorgio menilai bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Tanpa adanya dokumen pendukung seperti kuitansi pembayaran, bukti riwayat transfer antarbank, maupun bukti percakapan yang mengonfirmasi adanya transaksi peminjaman uang, klaim tersebut dianggap batal demi hukum dan tidak berdasar.
Lebih lanjut, Jaenudin menyampaikan kondisi terkini dari Giorgio Antonio di tengah panasnya pemberitaan media. Ia menyebut bahwa Giorgio memilih untuk menanggapi situasi ini dengan tenang dan tidak terpancing emosi, mengingat dirinya meyakini berada di pihak yang benar.
"Dia nyaman dan nyantai aja gitu, karena dia merasa itu berita yang tidak benar," tambah Jaenudin.
Sikap santai yang ditunjukkan Giorgio mencerminkan keyakinannya bahwa tuduhan yang dilemparkan oleh Nikita Mirzani tidak sesuai dengan fakta lapangan. Pihaknya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat serta menghentikan penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya. hingga saat ini, publik masih menanti kelanjutan serta tanggapan balasan terkait bukti-bukti yang disinggung dalam perselisihan tersebut.
Komentar