Frame Daily, jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti gas melon atau LPG 3 kilogram secara bertahap. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi yang terus meningkat.
CNG Merah Putih memiliki kapasitas tabung sekitar 3,8 meter kubik, yang diklaim setara dengan energi yang dihasilkan tabung LPG 3 kilogram. Produk ini nantinya akan diperkenalkan secara bertahap dimulai dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Komponen Diproduksi di China dan Jerman
Dalam pengembangannya, CNG Merah Putih menggunakan sejumlah komponen yang diproduksi di luar negeri. Tabung dan casing diproduksi di China, sedangkan katup penurun tekanan otomatis (automatic pressure reducing valve) diproduksi di Jerman.
Seluruh komponen tersebut kemudian dirakit di China sebelum dipersiapkan untuk mendukung implementasi program di Indonesia. Informasi yang beredar menyebut prototype CNG Merah Putih telah dipresentasikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kepada sejumlah pemangku kepentingan di sektor energi.
Gantikan LPG 3 Kg Bertahap
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sebelumnya menjelaskan pemerintah tengah menyusun peta jalan (roadmap) penggunaan CNG sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional.
Menurutnya, penggantian LPG 3 kilogram tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan tabung, jaringan distribusi, serta infrastruktur pendukung.
Distribusi awal ditargetkan dimulai pada tahun ini dengan fokus di kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke daerah lain.
Kurangi Impor LPG
Pemerintah menilai penggunaan CNG Merah Putih dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor.
Saat ini, lebih dari 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor dengan volume sekitar 6,5 hingga 7 juta metrik ton setiap tahun. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengeluarkan devisa sekitar US$5 miliar, sekaligus mengalokasikan subsidi LPG lebih dari Rp80 triliun per tahun.
Laode mengatakan penggunaan CNG diharapkan mampu mengurangi beban tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi yang tersedia di dalam negeri.
Tahap Awal di Pulau Jawa
Kementerian ESDM menargetkan implementasi CNG Merah Putih dimulai secara bertahap pada 2026. Selain kesiapan tabung, pemerintah juga menyiapkan sistem distribusi agar pasokan CNG dapat menjangkau masyarakat dengan baik.
Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
Komentar