China - ASEAN Luncurkan Pelatihan IP Warisan Budaya

China dan ASEAN meluncurkan pelatihan inkubasi IP warisan budaya untuk membantu generasi muda mengembangkan produk kreatif bernilai ekonomi tanpa menghilangkan nilai budaya.

China - ASEAN Luncurkan Pelatihan IP Warisan Budaya
Foto Ilustrasi : framedaily.id

Frame Daily, Dunhuang – China dan negara-negara ASEAN meluncurkan Program Peningkatan Kapasitas Inkubasi IP Warisan Budaya untuk mendorong generasi muda mengubah warisan budaya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai kekayaan intelektual (IP) sekaligus berpotensi dikembangkan secara komersial.

Program tersebut diperkenalkan dalam Dialogue on China-ASEAN Cultural Heritage yang digelar oleh China International Communications Group (CICG) bersama Pemerintah Provinsi Gansu di Kota Dunhuang, China. Forum ini dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan peneliti, pembuat kebijakan, media, hingga content creator dari China, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Kamboja.

Warisan Budaya Didorong Menjadi Produk Kreatif

Program ini dirancang melalui pelatihan dan pertukaran secara daring maupun luring. Peserta akan mempelajari strategi membangun produk kreatif berbasis warisan budaya, mulai dari pengembangan kekayaan intelektual, pengelolaan komersial, hingga integrasi dengan industri kreatif tanpa menghilangkan nilai budaya yang menjadi identitas utamanya.

Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah pengembangan Gua Mogao di Dunhuang. Kompleks gua kuil Buddha tersebut telah dikembangkan menjadi berbagai produk berbasis IP, seperti maskot, karakter animasi, desain suvenir, komik, film pendek, gim, konten media sosial, pameran interaktif, hingga merchandise resmi.

Melalui pendekatan tersebut, warisan budaya tidak hanya berfungsi sebagai aset sejarah, tetapi juga menjadi sumber ekonomi kreatif yang mampu menarik minat generasi muda.

Perkuat Kolaborasi Pemuda China dan ASEAN

Selain meningkatkan pemahaman mengenai kekayaan intelektual, program ini juga ditujukan untuk membangun mekanisme pertukaran jangka panjang antara generasi muda di China dan negara-negara ASEAN.

"Kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk secara langsung merasakan berbagai bentuk perlindungan warisan budaya kami dari generasi ke generasi. Kami berharap, melalui berbagai kegiatan ini dapat dibangun lebih banyak platform pertukaran yang inklusif dan majemuk bagi kaum muda," kata Wakil Direktur China International Communications Group, Yu Yingfu. Dikutip dari ANTARA

Program tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan inovasi berbasis budaya sekaligus memperkuat hubungan masyarakat China dan ASEAN melalui sektor ekonomi kreatif.

China Catat Ribuan Produk Kekayaan Intelektual

Dalam forum yang sama, Direktur Penerbit Kekayaan Intelektual China, Liu Chao, mengungkapkan perkembangan industri kekayaan intelektual di negaranya terus menunjukkan pertumbuhan.

Indikator Data
Produk IP berbasis indikasi geografis yang diakui dan dilindungi Lebih dari 5.000
Merek kolektif dan merek sertifikasi Lebih dari 7.400
Nilai produksi langsung per tahun Lebih dari 960 miliar RMB (sekitar Rp2.541 triliun)
Data Hingga akhir 2025

Data tersebut menunjukkan bagaimana perlindungan kekayaan intelektual dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan produk budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kreator Konten Punya Peran Strategis

Kreator konten asal Indonesia, Ikram Rizal, yang turut menjadi pembicara dalam forum tersebut, menilai generasi muda kini lebih menyukai informasi yang disampaikan secara singkat dan menarik melalui media sosial.

Menurutnya, video berdurasi satu hingga dua menit dengan pembuka atau hook yang kuat menjadi strategi efektif untuk menarik perhatian audiens di platform digital seperti TikTok dan Instagram.

Ikram juga berharap semakin banyak program relawan internasional yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal budaya negara lain secara langsung. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya.

Peluncuran program ini menjadi salah satu upaya China dan ASEAN dalam memanfaatkan warisan budaya sebagai sumber inovasi, ekonomi kreatif, sekaligus sarana mempererat kerja sama kawasan melalui keterlibatan generasi muda.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar