Frame Daily, Jakarta - Pertandingan sengit yang mempertemukan dua tim tangguh di laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026 akhirnya tuntas digelar di Stadion BC Place Vancouver. Pertemuan dramatis ini menyajikan atmosfer luar biasa di hadapan ribuan pasang mata supporter tuan rumah. Melalui duel taktis yang menguras energi sepanjang 90 menit penuh, Swiss berhasil menyudahi perlawanan ketat Les Rouges. Hasil akhir mematikan impian tuan rumah untuk menyapu bersih poin fase grup di hadapan publik sendiri.
Bagi para pencinta sepak bola yang terus mencari tahu update informasi, skor pertandingan Canada vs Swiss piala dunia resmi berakhir dengan kedudukan tipis 2-1 untuk kemenangan skuad Rossocrociati.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama yang Alot
Sejak peluit pertama ditiup oleh wasit, tempo permainan langsung berjalan dengan intensitas tinggi. Kanada yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah turnamen akbar ini mencoba menginisiasi serangan melalui pergerakan cepat Tajon Buchanan dan Cyle Larin di lini depan. Didorong oleh gemuruh suporter yang memadati tribun stadion, skuad asuhan Jesse Marsch beberapa kali menebar ancaman nyata ke area pertahanan lawan.
Namun, kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh Granit Xhaka dan kawan-kawan di lini tengah Swiss mampu meredam agresivitas tim tuan rumah. Barisan belakang Swiss yang digalang oleh bek berpengalaman Manuel Akanji tampil begitu disiplin dan rapat. Beberapa peluang emas sempat tercipta bagi kedua kubu, termasuk tendangan bebas berbahaya dari kubu Swiss dan tusukan menusuk dari pemain Kanada Ali Ahmed. Beruntung bagi masing-masing tim, ketangguhan penjaga gawang Maxime Crepeau di bawah mistar Kanada dan kesigapan Gregor Kobel di sisi gawang Swiss membuat papan skor tetap tidak berubah. Hingga turun minum, babak pertama ditutup dengan skor kacamata alias 0-0.

Ledakan Gol Babak Kedua dan Perlawanan Kanada
Memasuki paruh kedua pertandingan, Swiss langsung tancap gas dan mengejutkan lini belakang Kanada yang tampak belum sepenuhnya fokus kembali ke lapangan. Laga babak kedua baru berjalan 39 detik, jala gawang Kanada sudah bergetar. Gelandang serang andalan Swiss, Rubén Vargas, sukses memecah kebuntuan pada menit ke-46 setelah memanfaatkan umpan matang dari Johan Manzambi. Tendangan keras kaki kanannya dari jarak dekat mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Swiss.
Gol kilat tersebut seolah meruntuhkan konsentrasi lini pertahanan Kanada. Terus menekan, Swiss akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-57. Kali ini giliran sang wonderkid berusia 20 tahun, Johan Manzambi, yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari kesalahan antisipasi lini belakang Kanada, Breel Embolo mengirimkan umpan akurat yang langsung dieksekusi dengan sempurna oleh Manzambi. Tembakan terarahnya sempat mengenai tangan Crepeau sebelum akhirnya meluncur deras ke pojok gawang, memperlebar jarak menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol tidak membuat Kanada mengibarkan bendera putih begitu saja. Jesse Marsch langsung merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyuntikkan energi baru. Strategi tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-76. Pemain pengganti yang baru semenit menginjakkan kaki di lapangan, Promise David, sukses memperkecil ketertinggalan melalui sontekan sliding kaki kanan memanfaatkan umpan silang akurat dari Nathan Saliba. Gol tersebut sontak membuat atmosfer BC Place kembali bergemuruh dan membakar semangat juang para penggawa Kanada. Di sisa waktu jalannya laga, Kanada terus membombardir pertahanan Swiss lewat skema umpan lambung, namun kokohnya tembok pertahanan Swiss membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Skenario Babak 32 Besar untuk Kedua Tim
Meski menderita kekalahan pahit di laga pamungkas ini, Kanada tidak perlu berkecil hati. Tambahan poin dari kemenangan-kemenangan di pertandingan sebelumnya memastikan Kanada tetap mencetak sejarah baru dengan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sepak bola mereka dengan status sebagai runner-up Grup B.
Sementara itu, Swiss berhak melaju dengan kepala tegak sebagai juara grup. Mereka dijadwalkan akan tetap bermain di Vancouver pada 2 Juli mendatang melawan salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari grup lain. Perjalanan panjang di turnamen ini baru saja dimulai, dan kedua tim telah membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di fase gugur nanti.
Komentar