Frame Daily, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menilai industri halal telah berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas perdagangan, memacu inovasi, serta memberdayakan masyarakat secara inklusif.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, industri halal saat ini tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan konsumen Muslim, tetapi juga menjadi standar kualitas yang memberikan nilai tambah bagi berbagai produk dan jasa yang dinikmati masyarakat secara luas.
"Industri halal telah menjadi sektor penting dengan potensi signifikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, perluasan perdagangan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat lintas agama," ujar Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7). Dikutip dari ANTARA
Menurut Haikal, penguatan industri halal membutuhkan kolaborasi lintas negara agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin besar. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang menjadi wadah memperkuat sinergi pengembangan ekosistem halal di kawasan.
Kolaborasi Regional Perkuat Ekosistem Halal
Forum IMT-GT mempertemukan delegasi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat kerja sama pengembangan industri halal melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Haikal menegaskan Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama halal regional melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta pengembangan ekosistem halal yang saling menguntungkan.
"Indonesia sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat kerja sama halal di kawasan ini dalam kerangka IMT-GT, sembari terus mempromosikan kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan yang saling menguntungkan di antara negara-negara anggota," katanya.
Dorong Perdagangan, Investasi, dan UMKM
BPJPH meyakini kolaborasi yang semakin erat antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri halal di kawasan. Potensi tersebut mencakup peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga inovasi produk dan layanan halal yang mampu bersaing di pasar global.
Menurut Haikal, kerja sama regional juga diharapkan memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi produk halal dari masing-masing negara.
"Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan menciptakan peluang besar bagi ekosistem halal kita dan berkontribusi pada pertumbuhan industri halal yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Haikal.
Industri Halal Jadi Peluang Ekonomi Masa Depan
Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan halal di pasar global, industri halal dinilai memiliki prospek besar sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional maupun regional. Penguatan kolaborasi antarnegara diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem halal yang inovatif, meningkatkan daya saing produk, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Komentar