Frame Daily, Jakarta - Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi guna menanggapi laporan polisi yang menuding dirinya melakukan tindak pidana kekerasan seksual dan penganiayaan di sebuah tempat karaoke. Pemuda yang akrab disapa Onyo tersebut membantah keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan menegaskan bahwa narasi yang beredar di publik sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Betrand menyampaikan pembelaannya secara langsung di hadapan awak media. Ia menegaskan tidak pernah menyentuh atau melakukan tindakan kekerasan berbasis seksual kepada perempuan mana pun dalam peristiwa yang terjadi baru-baru ini.
"Untuk permasalahan yang dibilang aku melakukan tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," kata Betrand.
Dalam penjelasannya, pemuda berdarah Nusa Tenggara Timur itu membeberkan kronologi peristiwa berdasarkan versinya. Betrand menceritakan bahwa kedatangannya ke tempat karaoke tersebut murni untuk bersantai dan bernyanyi bersama teman-temannya setelah menyelesaikan rangkaian aktivitas syuting.
Situasi berubah ketika Betrand melihat seorang perempuan yang berada di lokasi tampak menangis. Tergerak oleh rasa empati, Betrand mengaku menghampiri perempuan itu dan menanyakan penyebabnya secara baik-baik. Namun, pertanyaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.
Tak lama kemudian, muncul perempuan lain yang tidak dikenal oleh Betrand. Tanpa alasan yang jelas, perempuan tersebut langsung mendatangi Betrand dan menarik pakaian serta tangannya. Mendapati perlakuan secara mendadak itu, Betrand mengaku memilih untuk diam dan tidak melancarkan perlawanan maupun tindakan fisik apa pun.
"Aku sama sekali enggak kenal sama mereka. Tiba-tiba dia datang bertanya sama aku dan tarik baju aku, tarik tangan aku. Aku tidak bereaksi apa pun, aku cuma diam saja," tutur Betrand.
Suasana di lokasi kemudian kian memanas setelah perempuan tersebut terlibat adu mulut dengan salah satu teman Betrand yang berujung pada pertengkaran fisik. Melihat perselisihan yang makin tidak terkendali, Betrand berinisiatif untuk melerai dan meminta kedua belah pihak agar menghentikan perkelahian sebelum akhirnya petugas keamanan tempat tersebut datang memisahkan mereka.
Setelah situasi dipisahkan oleh petugas keamanan, Betrand mengaku langsung kembali duduk di sofa ruangan tanpa kembali terlibat dalam keributan. Karena itu, ia merasa sangat terkejut ketika mendapati namanya justru dikaitkan dengan tuduhan kekerasan seksual hingga berujung pada pendaftaran laporan di kepolisian.
Menanggapi isu mengenai adanya luka memar pada tubuh pelapor, tim kuasa hukum Betrand, Josepanto, turut memberikan klarifikasi. Pihaknya membantah tudingan bahwa luka memar tersebut disebabkan oleh penganiayaan dari kliennya. Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang dihimpun di tempat kejadian perkara, luka tersebut diduga timbul akibat pelapor terjatuh saat perselisihan fisik terjadi dengan pihak lain saat proses melerai.
Di sisi lain, Betrand mengungkapkan respon sang ayah, Ruben Onsu, setelah mengetahui permasalahan hukum yang menimpanya. Ruben meminta Betrand untuk bersikap jujur dan kooperatif menghadapi seluruh proses pemeriksaan. Ruben juga berpesan agar sang putra menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan bergaul.
Meskipun kabar ini berimbas pada kondisi mentalnya, Betrand menegaskan kesiapannya untuk melakoni seluruh tahapan proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Ia menyerahkan seluruh pembuktian kepada fakta hukum dan keterangan para saksi di lokasi kejadian demi membersihkan nama baiknya dan keluarga. Sementara itu, tim kuasa hukum Betrand menyatakan tengah mengkaji kemungkinan untuk mengambil langkah hukum balasan atas tuduhan yang dinilai merugikan nama baik kliennya tersebut.
Komentar