Frame Daily, Jakarta - Publik media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah tangkapan layar foto yang menampilkan YouTuber dan pengusaha ternama, Atta Halilintar, dalam pose mesra bersama seorang kreator konten asal Meksiko, Mercedes Roa. Dalam unggahan yang viral tersebut, Atta terlihat seolah-olah sedang mencium kening Mercedes, yang langsung memicu kecaman serta perdebatan sengit di kalangan netizen.
Menanggapi isu miring tersebut, Atta Halilintar dengan cepat mengambil langkah tegas untuk meluruskan desas-desus yang berkembang. Melalui akun media sosial pribadinya di Instagram dan Threads pada Rabu (9/9/2026), suami dari Aurel Hermansyah ini membantah keras kebenaran foto tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan fitnah berbasis rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).
Atta menjelaskan kronologi serta latar belakang keberadaannya bersama Mercedes Roa. Saat itu, ia tengah berada di Italia guna menghadiri sebuah agenda internasional yang melibatkan para pembuat konten sepak bola dari pelbagai belahan dunia. Mercedes Roa hadir sebagai salah satu dari sekian banyak tamu undangan dalam ajang olahraga tersebut.
"Event ini mengundang banyak kreator dari berbagai negara. Kalau ada kreator yang minta foto itu biasa. Tapi kalau fotonya diedit AI seolah-olah berciuman sampai menggiring opini, itu sudah jadi fitnah," tulis Atta dalam unggahannya.
Menurut Atta, foto asli yang diambil bersama Mercedes Roa hanyalah bentuk dokumentasi biasa antar-kreator yang bertemu dalam sebuah acara internasional. Namun, oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan kemajuan AI untuk mengubah pose foto tersebut hingga terkesan intim dan memicu prasangka buruk publik.
Geram atas manipulasi yang merugikan reputasinya, Atta bahkan meminta bantuan para pengikutnya di media sosial untuk mencari pembuat awal atau penyebar utama foto hasil editan tersebut. Langkah ini ia ambil sebagai bentuk perlindungan diri serta peringatan keras terhadap bahaya penyalahgunaan teknologi AI untuk menjatuhkan nama baik seseorang.
Kejadian ini kembali membuka ruang diskusi mengenai ancaman bahaya deepfake dan manipulasi media berbasis AI yang kian marak menyasar publik figur. Kasus yang menimpa Atta Halilintar menjadi salah satu bukti bagaimana gambar yang direkayasa secara digital dapat dengan mudah digiring menjadi narasi liar yang merugikan kehidupan pribadi individu di era digital saat ini.
Komentar