Frame Daily, Tapin, Kalsel - Banjir di Kabupaten Tapin, Kalimantan selatan, masih menjadi perhatian hingga Selasa, 19 Mei 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan debit air di sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya surut dan cenderung akan mengalami kenaikan jika curah hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Data terbaru BNPB mencatat sedikitnya 155 rumah warga di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan terendam banjir. Total warga terdampak mencapai 589 jiwa. Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi dan masih terus dipantau petugas di lapangan.
dilansir dari kantor berita Antara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu utama meluapnya aliran sungai di wilayah Kalimantan Selatan.
BPBD dan Tim Gabungan Masih Siaga Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama BPBD setempat masih melakukan asesmen dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Petugas juga memantau kemungkinan banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Di wilayah lain Tapin, akses jalan menuju Kecamatan Piani juga sempat lumpuh akibat genangan banjir yang menutup ruas penghubung utama. Warga di delapan desa dilaporkan terdampak gangguan mobilitas saat debit air meningkat. Kondisi tersebut sebelumnya juga pernah terjadi akibat hujan deras berkepanjangan.
Warga Diminta Waspada
BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama. Warga juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi air terus meningkat demi menghindari risiko korban jiwa.
Komentar