Bandara Soetta Ditutup, Superman Is Dead Tempuh 24 Jam Jalur Darat Demi Sapa Outsiders Lamongan

Demi profesionalisme dan rasa tanggung jawab kepada fans, trio punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID), rela melintasi jalur darat selama 24 jam penuh dari Bali menuju Lamongan agar tetap bisa naik panggung sesuai jadwal.

Bandara Soetta Ditutup, Superman Is Dead Tempuh 24 Jam Jalur Darat Demi Sapa Outsiders Lamongan
Personel dan kru Superman Is Dead (SID) memboyong seluruh perlengkapan panggung dari Bali menuju Lamongan setelah penutupan Bandara Soekarno-Hatta membatalkan penerbangan mereka (Dok. Instagram @sidofficial)

Frame Daily, Jakarta - Panggung musik tanah air kembali mencatatkan cerita tentang loyalitas dan dedikasi tanpa kompromi. Band punk rock senior asal Bali, Superman Is Dead (SID), membuktikan bahwa jarak dan hambatan logistik bukan alasan untuk membatalkan janji kepada para penggemarnya, Outsiders.

Ditutupnya aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) secara mendadak sempat mengancam kehadiran trio Bobby Kool, Eka Rock, dan Jerinx di Lamongan, Jawa Timur. Dalam situasi mendesak seperti ini, opsi paling mudah bagi banyak musisi mungkin adalah mengajukan penundaan atau pembatalan acara akibat kondisi force majeure. Namun, jalur itu bukan pilihan bagi unit punk yang sudah berdiri sejak 1995 ini.

Demi menjaga komitmen dengan pihak penyelenggara dan ribuan penonton yang sudah membeli tiket, SID memutuskan mengambil opsi ekstrem: menerjang perjalanan darat melintasi pulau. Dari basis mereka di Bali, seluruh personel beserta kru dan tumpukan flight case berisi instrumen musik langsung diboyong menggunakan armada darat dan kapal penyeberangan.

Perjalanan yang memakan waktu hingga 24 jam nonstop tersebut dipenuhi tantangan fisik dan mental. Membelah kemacetan antarprovinsi, transit penyeberangan Selat Bali, hingga mengejar tenggat waktu soundcheck menjadi ujian profesionalisme tersendiri bagi trio ini. Foto-foto yang beredar memperlihatkan tumpukan koper dan instrumen di peron serta area transit, menjadi saksi bisu betapa sibuknya proses evakuasi logistik mereka demi mengejar panggung di Jawa Timur.

Tidak ada kata batal untuk fans yang sudah menunggu," menjadi etos kerja yang dipegang teguh oleh Bobby dan kawan-kawan. Bagi SID, panggung bukan sekadar tempat menunaikan kontrak kerja, melainkan ruang perjumpaan organik dengan pendorong utama karier mereka selama puluhan tahun.

Aksi nekat menempuh 24 jam perjalanan darat ini memicu gelombang simpati dan apresiasi dari penikmat musik tanah air. Di tengah industri musik modern yang sangat mengandalkan kenyamanan dan efisiensi transportasi udara, langkah SID dinilai sebagai bentuk rasa hormat tertinggi seorang seniman terhadap audiensnya.

Bagi Outsiders Lamongan, kepastian hadirnya SID setelah dinamika penerbangan yang kacau menjadi energi berlipat ganda saat konser berlangsung. Kejadian ini menegaskan kembali reputasi Superman Is Dead bukan cuma sekadar ikon musik punk, melainkan simbol ketangguhan dan loyalitas tanpa syarat di panggung independen maupun arus utama Indonesia.

Ditulis oleh Defi

Komentar