Aktor Legendaris Tim Curry Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Aktor serba bisa asal Inggris, Tim Curry, yang dikenal lewat perannya sebagai Dr. Frank-N-Furter dalam film kultus The Rocky Horror Picture Show dan badut mengerikan Pennywise dalam serial TV It (1990), mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Los Angeles pada usia 80 tahun.

Aktor Legendaris Tim Curry Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Tim Curry, aktor legendaris 'The Rocky Horror Picture Show' dan 'IT', meninggal dunia di usia 80 tahun (Dok. Istimewa)

Frame Daily, Jakarta - Dunia hiburan internasional kembali berduka. Legenda seni peran asal Inggris, Tim Curry, tutup usia pada Selasa malam waktu setempat di rumah kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat. Sang aktor mengembuskan napas terakhirnya di usia 80 tahun setelah berjuang mengatasi berbagai masalah kesehatan menyusul serangan stroke berat yang dialaminya pada 2012 silam.

Kabar duka ini pertama kali disiarkan oleh media hiburan TMZ dan dikonfirmasi langsung oleh manajer serta sahabat lamanya, Marcia Hurwitz. Kepolisian serta tim medis Los Angeles sempat mendatangi lokasi pada Selasa malam sekitar pukul 23.23 waktu setempat. Pihak berwenang menyatakan tidak ada indikasi tindak pidana dalam kematian aktor veteran tersebut.

Lahir di Grappenhall, Cheshire, Inggris, pada 19 April 1946, pemilik nama lengkap Timothy James Curry ini telah mengukir perjalanan karier yang luar biasa di panggung teater, layar lebar, hingga industri pengisi suara selama lebih dari lima dekade. Kemampuannya membawakan karakter eksentrik, antagonis yang karismatik, hingga figur komikal menjadikannya salah satu aktor karakter paling dihormati di industri perfilman global.

Nama Tim Curry meledak di panggung internasional ketika ia memerankan karakter Dr. Frank-N-Furter—seorang ilmuwan nyentrik nan flamboyan—dalam pertunjukan teater The Rocky Horror Show di London pada 1973. Sukses besar di panggung drama, Curry kembali dipercaya memerankan karakter yang sama dalam adaptasi layarnya, The Rocky Horror Picture Show (1975). Peran tersebut tak hanya menjadi batu loncatan kariernya, melainkan juga menempatkannya sebagai ikon budaya populer yang fenomenal hingga hari ini.

Tidak berhenti di sana, generasi penikmat film era 1990-an tentu tidak bisa melupakan penampilan memukaunya sebagai Pennywise, badut menakutkan dalam miniseri televisi It (1990) yang diadaptasi dari novel mahakarya Stephen King. Karakterisasi dingin dan tawa mengerikan yang dihadirkan Curry sukses menjadi tolok ukur film horor modern dan meneror ingatan penonton selama beberapa dekade.

Katalog akting Curry sangat kaya dan beragam. Ia tampil gemilang dalam berbagai genre film papan atas, seperti film musikal Annie (1982), film komedi misteri Clue (1985), petualangan aksi The Hunt for Red October (1990), serta komedi keluarga Home Alone 2: Lost in New York (1992) di mana ia berperan sebagai manajer hotel yang licik namun menggelitik. Curry juga mencuri perhatian lewat perannya sebagai Long John Silver dalam Muppet Treasure Island (1996) dan partisipasinya dalam film parodi Scary Movie 2 (2001).

Di luar layar lebar, panggung Broadway dan West End merupakan rumah kedua bagi Curry. Kualitas vokal dan artikulasinya yang khas mengantarkannya meraih tiga nominasi Tony Awards melalui penampilannya yang memukau dalam pertunjukan drama Amadeus, My Favorite Year, dan Spamalot.

Tak hanya itu, Curry juga mengukir reputasi emas di dunia pengisi suara (voice acting). Ia berhasil memenangkan penghargaan Daytime Emmy Award berkat perannya sebagai Captain Hook dalam serial animasi Peter Pan & the Pirates. Suara beratnya yang berkarakter juga mewarnai berbagai serial animasi populer lainnya, termasuk sebagai Hexxus di FernGully: The Last Rainforest, Sir Nigel Thornberry dalam The Wild Thornberrys, serta Chancellor Palpatine/Darth Sidious dalam serial animasi Star Wars: The Clone Wars.

Kendati serangan stroke pada tahun 2012 mengikatnya di kursi roda dan mengganggu kemampuan bicaranya, Curry pantang menyerah. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, ia menjalani terapi pemulihan dan terus aktif berkarya di industri hiburan, terutama dengan mengeksplorasi peran-peran pengisi suara. Pada tahun 2024, ia bahkan sempat kembali berakting di layar lebar lewat film Stream.

Dalam memoarnya yang terbit pada 2025 berjudul Vagabond, Curry sempat menuliskan refleksinya mengenai dunia seni peran dan hubungan dekatnya dengan para penggemar. Ia menegaskan bahwa meskipun ia mencurahkan jiwanya ke dalam setiap karakter yang dimainkan, sosok aslinya sangat menjaga privasi.

Kepergian Tim Curry meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Keberaniannya mengeksplorasi peran-peran tanpa batas, karakter vokal yang tiada tanding, serta dedikasi tanpa henti pada dunia seni panggung dan peran akan terus dikenang sebagai salah satu warisan terbesar dalam sejarah hiburan modern.

Ditulis oleh Defi

Komentar