Frame Daily, Jakarta — Sebanyak 1.507 warga di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hingga kini masih terisolasi setelah longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan. Kondisi tersebut membuat distribusi kebutuhan pokok melalui jalur darat terhenti sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara.
Longsor yang terjadi pada 7 Juli 2026 tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga merusak satu unit jembatan alami. Akibatnya, sekitar 460 kepala keluarga (KK) atau 1.507 jiwa di 13 desa mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Akses Darat Terputus, Bantuan Dikirim dengan Pesawat Perintis
BNPB mengirimkan bantuan logistik yang tiba di Kabupaten Nunukan pada Kamis (23/7). Penyaluran bantuan kemudian dilakukan secara bertahap menggunakan pesawat perintis dari Bandara Nunukan menuju Bandara Long Layu di Kecamatan Krayan Selatan.
Tahap pertama distribusi dilaksanakan pada Jumat (24/7) melalui satu kali penerbangan (sortie) dengan membawa muatan sekitar 490 kilogram. Bantuan tersebut diterima oleh pihak kecamatan dan langsung didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, BNPB diwakili Tenaga Ahli Kepala BNPB Kol. (Purn.) Agus Marsanto bersama tim dari Direktorat Penanganan Darurat Wilayah I serta Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat untuk memastikan bantuan diterima masyarakat.
Total Bantuan Mencapai 4,45 Ton
Bantuan yang disalurkan BNPB meliputi 400 paket makanan berisi beras, gula, kornet, mi instan, sarden, dan biskuit. Selain itu, BNPB juga mengirimkan 100 kaleng susu balita serta 100 paket perlengkapan kebersihan.
Secara keseluruhan, total bantuan logistik yang disiapkan mencapai 4,453 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama akses darat masih terputus.
Adapun 13 desa yang terdampak yakni Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang.
BNPB Koordinasikan Pemulihan Akses Jalan
Selain mendistribusikan bantuan logistik, BNPB menyatakan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan instansi terkait guna mempercepat pembukaan akses jalan serta perbaikan jembatan yang rusak akibat longsor.
BNPB juga memastikan akan kembali mengirimkan bantuan apabila masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan dukungan logistik hingga akses transportasi kembali normal.
Pemulihan Akses Menjadi Prioritas
Distribusi bantuan melalui jalur udara menjadi solusi darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah terputusnya akses darat. Namun, pemulihan kondisi di Krayan Selatan tidak hanya bergantung pada pasokan logistik, melainkan juga percepatan pembukaan jalan dan perbaikan jembatan. Selama jalur penghubung belum kembali berfungsi, mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut masih akan menghadapi keterbatasan.
Komentar