Jepang Percayakan Mitsubishi Garap Pesawat Tempur Canggih Bersama Inggris-Italia

Jepang, Inggris, dan Italia menyepakati peluncuran program jet tempur pada 2022. Targetnya, pesawat mulai dikerahkan pada 2035.

Jepang Percayakan Mitsubishi Garap Pesawat Tempur Canggih Bersama Inggris-Italia
Model terbaru jet tempur generasi berikutnya dipamerkan di Farnborough, Inggris, pada 22 Juli 2026. Pesawat ini dikembangkan Jepang, Inggris, dan Italia melalui program GCAP. (Foto: Kyodo News)

Frame Daily, JAKARTA - Jepang menyiapkan pabrik Mitsubishi Heavy Industries Ltd. sebagai pusat pengembangan dan perakitan jet tempur generasi baru yang digarap bersama Inggris dan Italia.

Kyodo News dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, rencana itu disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut pada Sabtu. Pusat Jepang akan ditempatkan di pabrik Komaki South milik Mitsubishi Heavy di Prefektur Aichi, Jepang tengah.

Tiga negara itu tergabung dalam Global Combat Air Program atau GCAP. Lewat program ini, Jepang, Inggris, dan Italia membagi pekerjaan untuk merancang dan memproduksi jet tempur baru.

Saat ini, ketiga negara masih membahas pembagian peran dalam desain dan produksi pesawat. Inggris akan menyiapkan pusatnya di Warton. Italia akan menempatkan pusatnya di Turin.

Menurut sumber, pusat Jepang ditargetkan berdiri di pabrik Komaki South pada akhir tahun ini. Para insinyur Inggris juga disebut sudah bekerja di pabrik tersebut untuk menggarap desain pesawat.

Bagi Mitsubishi Heavy, proyek ini punya arti besar. Perusahaan itu menempatkan pengembangan jet tempur generasi baru sebagai salah satu bisnis inti setelah menghentikan proyek Mitsubishi Regional Jet, pesawat penumpang domestik pertama Jepang.

Jepang, Inggris, dan Italia menyepakati peluncuran program jet tempur tersebut pada 2022. Targetnya, pesawat mulai dikerahkan pada 2035.

Program ini berjalan di tengah situasi keamanan global yang makin tegang. Kanada diumumkan sebagai pengamat pertama dalam program tersebut pada Selasa. Beberapa negara lain, termasuk Jerman dan Australia, juga menyatakan minat untuk bergabung.

Jet tempur baru itu akan dilengkapi teknologi siluman. Teknologi ini membuat pesawat lebih sulit terdeteksi radar lawan.

Pesawat tersebut juga akan membawa radar kuat untuk mengumpulkan banyak data. Selain itu, jet ini akan menggunakan kemampuan analisis data berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Desain dan pengembangan pesawat akan ditangani Edgewing. Perusahaan patungan itu dibentuk Japan Aircraft Industrial Enhancement Co. Ltd., BAE Systems dari Inggris, dan Leonardo dari Italia.

Jepang menyiapkan jet tempur generasi baru ini untuk menggantikan F-2 milik Japan Air Self-Defense Force atau Pasukan Bela Diri Udara Jepang. F-2 dijadwalkan mulai dipensiunkan sekitar 2035.

Ditulis oleh Reza Aka

Komentar