Fakta Penting
- Program digitalisasi sekolah menggunakan Chromebook dari beberapa vendor.
- Perangkat diproduksi sesuai spesifikasi teknis pemerintah.
- Vendor berasal dari perusahaan teknologi nasional.
- Perkara hukum berkaitan dengan proses pengadaan dan penggunaan anggaran.
Frame Daily, Jakarta - Vonis terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, membuat program pengadaan Chromebook kembali menjadi perhatian publik. Namun, di balik proyek digitalisasi sekolah tersebut, masih banyak masyarakat yang mengira seluruh Chromebook berasal dari satu produsen.
Faktanya, pemerintah menggandeng sejumlah vendor untuk memasok perangkat Chromebook ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Masing-masing penyedia menghadirkan perangkat dengan spesifikasi yang mengacu pada ketentuan teknis dalam proses pengadaan pemerintah.
Bukan Hanya Satu Vendor
Program pengadaan Chromebook tidak bergantung pada satu perusahaan. Berdasarkan dokumen pengadaan dan informasi yang dipublikasikan dalam pelaksanaan program digitalisasi pendidikan, beberapa vendor yang memasok perangkat Chromebook antara lain:
- Acer
- Axioo
- Zyrex
- Evercoss
- SPC
Seluruh perangkat tersebut menggunakan ChromeOS, sistem operasi yang dikembangkan Google, sehingga memiliki fungsi utama yang relatif serupa meski diproduksi oleh perusahaan yang berbeda.
Mengapa Menggunakan Banyak Merek?
Dalam pengadaan berskala nasional, pemerintah umumnya melibatkan lebih dari satu penyedia untuk memenuhi kebutuhan perangkat dalam jumlah besar.
Selain menjaga ketersediaan stok, langkah tersebut juga bertujuan mempercepat distribusi ke berbagai daerah, membuka persaingan dalam proses pengadaan, serta mengurangi ketergantungan terhadap satu produsen.
Meski berbeda merek, seluruh perangkat tetap harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Semua Tetap Menggunakan ChromeOS
Perbedaan vendor tidak mengubah sistem operasi yang digunakan. Seluruh Chromebook dalam program digitalisasi sekolah menjalankan ChromeOS, yang dirancang Google untuk mendukung pembelajaran berbasis internet.
ChromeOS terintegrasi dengan berbagai layanan pendidikan seperti Google Classroom, Google Drive, Google Docs, Google Meet, dan Gmail. Sistem ini juga dikenal memiliki pembaruan otomatis, keamanan bawaan, serta pengelolaan perangkat yang lebih mudah dalam jumlah besar.
Mengapa Program Ini Menjadi Perhatian?
Program pengadaan Chromebook kembali menjadi pembahasan setelah majelis hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar kepada mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam perkara pengadaan perangkat tersebut.
Perlu dipahami, perkara yang diproses di pengadilan berkaitan dengan mekanisme perencanaan, proses pengadaan, serta penggunaan anggaran negara, bukan terhadap merek Chromebook maupun teknologi ChromeOS yang digunakan dalam program digitalisasi sekolah.
Dengan demikian, keberadaan beberapa vendor dalam proyek tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak bergantung pada satu produsen perangkat, sementara aspek yang menjadi objek perkara berada pada tata kelola pengadaan yang kemudian diuji dalam proses hukum.
Komentar