Frame Daily, JAKARTA - Stroke selama ini identik dengan penyakit yang menyerang lansia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke pada usia muda mulai meningkat dan menjadi perhatian dunia medis.
Pola hidup tidak sehat, stres berlebihan, kurang tidur, hingga konsumsi makanan tinggi lemak disebut menjadi pemicu utama meningkatnya kasus stroke pada usia produktif.
Dalam dunia medis, adalah kondisi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
Ketika otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit.
Apa Itu Stroke?
Stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat.
Secara umum, stroke dibagi menjadi dua jenis utama:
- Stroke iskemik, yaitu stroke akibat penyumbatan pembuluh darah.
- Stroke hemoragik, yaitu stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
Stroke iskemik menjadi jenis yang paling sering terjadi di masyarakat.
Gejala Stroke yang Sering Tidak Disadari
Dokter menjelaskan bahwa gejala stroke dapat muncul mendadak dan sering diabaikan pada tahap awal.
1. Wajah Mencong Mendadak
Salah satu tanda paling umum adalah wajah tampak tidak simetris atau sulit digerakkan pada satu sisi.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut facial droop.
2. Bicara Pelo atau Sulit Berbicara
Penderita stroke sering mengalami kesulitan berbicara jelas atau memahami pembicaraan orang lain.
Kondisi gangguan bicara akibat kerusakan otak disebut afasia.
3. Tangan atau Kaki Mendadak Lemas
Stroke dapat menyebabkan kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh.
Gejala ini biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa sebab jelas.
4. Sakit Kepala Hebat
Pada beberapa kasus, stroke terutama jenis hemoragik dapat memicu sakit kepala berat secara mendadak.
5. Pandangan Kabur dan Kehilangan Keseimbangan
Gangguan penglihatan, pusing, hingga sulit berjalan juga dapat menjadi tanda stroke.
Penyebab Stroke di Usia Muda
Dokter menyebut peningkatan stroke usia muda sangat berkaitan dengan gaya hidup modern.
Beberapa faktor risiko yang paling sering ditemukan:
- hipertensi
- kolesterol tinggi
- diabetes
- merokok
- obesitas
- kurang olahraga
- konsumsi alkohol
- stres berkepanjangan
- begadang
Selain itu, penggunaan rokok elektronik dan pola makan tinggi garam serta lemak juga dinilai meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.
Istilah Kedokteran yang Perlu Diketahui
- Stroke Iskemik: stroke akibat penyumbatan pembuluh darah.
- Stroke Hemoragik: stroke akibat pecah pembuluh darah.
- Afasia: gangguan bicara akibat kerusakan otak.
- Facial Droop: kondisi wajah menurun atau mencong pada satu sisi.
- Hipertensi: tekanan darah tinggi yang menjadi faktor utama stroke.
Tanda Darurat Stroke dengan Metode FAST
Dokter menggunakan metode FAST untuk mengenali gejala stroke lebih cepat:
- Face: wajah mencong
- Arm: lengan lemah
- Speech: bicara pelo
- Time: segera cari bantuan medis
Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang penderita untuk pulih.
Bahaya Stroke Jika Tidak Segera Ditangani
Stroke dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
- kelumpuhan
- gangguan bicara permanen
- gangguan memori
- kerusakan otak
- kesulitan berjalan
- kematian
Dokter menegaskan bahwa keterlambatan penanganan stroke dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen.
Cara Mengurangi Risiko Stroke
Beberapa langkah penting untuk membantu mencegah stroke antara lain:
- menjaga tekanan darah normal
- mengontrol kolesterol
- rutin olahraga
- berhenti merokok
- menjaga berat badan ideal
- mengurangi makanan tinggi garam
- tidur cukup
- mengelola stres
Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting dilakukan terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari bantuan medis apabila mengalami:
- wajah mencong mendadak
- tangan atau kaki tiba-tiba lemas
- bicara pelo
- sakit kepala berat mendadak
- kehilangan keseimbangan
- pandangan kabur tiba-tiba
Stroke merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin untuk menyelamatkan fungsi otak.
Artikel ini di rangkum dari berbagai sumber: Mayo Clinic, Cleveland Clinic, Kementerian Kesehatan RI, Halodoc, Alodokter.
Komentar