Frame Daily, Surabaya – Kepasrahan mendalam menyelimuti Posko Informasi Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (13/9/2026) siang. Suasana haru tak terbendung dari sejumlah keluarga korban yang terus menantikan kepastian nasib sanak saudara mereka yang terombang-ambing di tengah lautan.
Duka mendalam salah satunya dirasakan oleh Fredy Manuhua, warga Mojokerto. Ia sengaja datang langsung ke Tanjung Perak demi mencari keberadaan adik bungsunya, Stevie Manuhua (44), yang bekerja sebagai pemain musik organ (keyboardist) hiburan di atas kapal.
Fredy menuturkan, komunikasi terakhir dengan adiknya terjadi dua hari lalu saat kapal masih bersandar di Pelabuhan Surabaya. Sejak kapal berlayar, ponsel sang adik mendadak mati total dan tidak dapat dihubungi lagi.
Meski diliputi kecemasan luar biasa, Fredy mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada petugas. Apapun kondisi adiknya kelak saat ditemukan, ia hanya berharap ada kepastian dari pihak berwenang.
"Adik kandung saya player keyboard hiburan di atas kapal. Terakhir komunikasi dua hari lalu pas masih di Surabaya, setelah itu tidak ada kabar sampai sekarang. Belum ada informasi pasti, saya masih menunggu dari pihak yang bersangkutan. Semoga bisa segera ditemukan, apapun keberadaannya saya pasrah dan berharap bisa ketemu," ungkap Fredy di Posko Tanjung Perak.
KM Virgo Transport 8 Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak
Kepanikan keluarga korban ini dipicu oleh kabar hilangnya Kontak Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal nahas yang mengangkut sebanyak 243 penumpang beserta kru tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data resmi Basarnas Kalimantan Selatan, KM Virgo Transport 8 hilang kontak pada posisi sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Merespons kejadian tersebut, tim SAR gabungan dari Kantor SAR Surabaya dan Banjarmasin langsung diterjunkan ke titik koordinat terakhir untuk menyisir area perairan serta menyiapkan skenario evakuasi darurat.
Di pelabuhan Tanjung Perak, petugas Polres KP3 Tanjung Perak bersama Biddokkes Polda Jatim mendirikan posko informasi darurat (DVI & ante mortem) guna mendata identitas serta memfasilitasi kebutuhan informasi dari seluruh keluarga korban yang terus berdatangan.
Komentar