Frame Daily, jakarta - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara membuka pertanyaan baru mengenai arah pengelolaan anggaran negara, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertanyaan itu muncul ketika Purbaya sebelumnya mendorong agar anggaran MBG 2027 dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi.
Purbaya menyebut anggaran MBG yang sebelumnya berada di kisaran Rp330 triliun telah mengalami beberapa kali efisiensi hingga sekitar Rp240 triliun. Ia kemudian mengatakan masih ada ruang untuk menekan anggaran tersebut lebih jauh, bahkan di bawah Rp200 triliun.
Kini Purbaya tidak lagi berada di Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikannya. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan dikenal sebagai teknokrat di bidang kebijakan fiskal.
Dari Rp240 Triliun, Seberapa Jauh MBG Bisa Diefisienkan?
Pernyataan Purbaya mengenai angka di bawah Rp200 triliun sebenarnya bertemu dengan agenda efisiensi yang sudah dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN). Pada 3 September, BGN mengajukan anggaran 2027 sebesar Rp240,20 triliun, dengan Rp232,50 triliun di antaranya dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis.
BGN juga menyatakan telah melakukan efisiensi Rp30 triliun untuk program MBG 2027. Dengan pagu yang diajukan tersebut, BGN menargetkan program menjangkau 72.464.886 penerima manfaat, terdiri atas peserta didik serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Artinya, gagasan efisiensi MBG bukan hanya datang dari Menteri Keuangan. BGN sebagai pelaksana program juga sedang melakukan penataan anggaran, sasaran penerima, tata kelola, dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut terlihat dari keputusan BGN menutup sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN menyatakan penutupan dilakukan untuk investigasi dan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas serta keamanan program.
Dengan demikian, angka di bawah Rp200 triliun yang pernah disebut Purbaya belum dapat dianggap sebagai pagu resmi MBG 2027. Angka resmi yang tersedia dari BGN saat ini adalah Rp232,50 triliun untuk MBG dalam usulan anggaran BGN 2027.
Suahasil Masuk, Efisiensi MBG Jadi Ujian Berikutnya
Pergantian Menteri Keuangan membuat pertanyaan berikutnya bukan apakah MBG akan dilanjutkan. Tidak ada dasar dari sumber yang tersedia untuk menyimpulkan program tersebut akan dihentikan atau dikurangi hanya karena pergantian menteri.
Yang lebih konkret adalah bagaimana Suahasil akan mengelola ruang fiskal untuk program tersebut. Setelah dilantik, Suahasil mendapat mandat untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN, sementara pemerintah tetap menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo.
Di titik ini, MBG menjadi salah satu ujian karena skalanya besar. BGN mengajukan Rp240,20 triliun untuk 2027, sementara hampir seluruh anggaran program tersebut dialokasikan untuk pemenuhan gizi. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan manfaat yang sesuai dengan target penerima.
Persoalannya kemudian bukan semata-mata memangkas anggaran. Efisiensi harus berjalan bersama dengan kemampuan BGN menjaga jumlah penerima, kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta pengawasan terhadap puluhan ribu SPPG.
Karena itu, pergantian Purbaya ke Suahasil belum otomatis berarti angka MBG akan berubah. Tetapi, keputusan mengenai seberapa besar anggaran yang akhirnya ditetapkan, bagaimana efisiensinya dilakukan, dan apakah target di bawah Rp200 triliun akan benar-benar masuk dalam kebijakan fiskal masih menjadi bagian yang perlu ditunggu.
Yang sudah jelas, ruang efisiensi MBG telah menjadi agenda sebelum pergantian Menteri Keuangan. Kini tantangannya berpindah kepada Suahasil: menjaga program prioritas tetap berjalan sekaligus memastikan anggarannya kredibel, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Follow akun Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta terverifikasi, dan konteks di balik setiap peristiwa.
Komentar