Frame Daily, Jakarta - Film drama terbaru Saat Aku Bersuara siap hadir di bioskop mulai 18 Juni 2026. Mengangkat isu kekerasan seksual yang masih menjadi persoalan serius di masyarakat, film ini berupaya menyampaikan pesan tentang pentingnya keberanian korban untuk bersuara dan memperjuangkan keadilan.
Diproduksi oleh Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures, film ini disutradarai oleh Sonu Samtani dengan skenario yang ditulis oleh Tisa TS. Melalui cerita yang emosional, film ini menggambarkan perjuangan para penyintas yang kerap menghadapi stigma dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar.
Kehidupan Nadia Berubah dalam Sekejap
Tokoh utama dalam film ini adalah Nadia, seorang pengacara muda yang diperankan oleh Marshanda. Kariernya sedang berada di jalur yang menjanjikan, ditambah kehidupan pribadinya yang tampak membahagiakan setelah dilamar sang kekasih, Reza, yang dimainkan oleh Nino Fernandez.
Namun, situasi berubah ketika Nadia harus menghadapi kenyataan bahwa firma hukum tempatnya bekerja memenangkan perkara kekerasan seksual yang melibatkan anak dari seorang pengusaha berpengaruh. Peristiwa itu mengguncang prinsip dan keyakinannya sebagai seorang penegak hukum.
Cobaan semakin berat ketika Nadia mengalami tragedi yang mengubah hidupnya saat berusaha membantu sahabatnya, Andien.
Perjuangan Melawan Trauma dan Ketidakadilan
Di tengah luka dan trauma yang harus dihadapinya, Nadia berusaha bangkit dan mencari keadilan. Dalam perjalanannya, ia mendapat dukungan dari Andien yang diperankan oleh Rini Yulianti, Riana yang dimainkan oleh Hana Malasan, serta Adrian yang diperankan oleh Ibnu Jamil.
Adrian digambarkan sebagai seorang jaksa yang juga menyimpan kekecewaan terhadap berbagai celah dalam sistem hukum. Bersama-sama, mereka menghadapi tantangan besar untuk memperjuangkan kebenaran.
Lebih dari Sekadar Film Pengadilan
Tak hanya membahas isu hukum dan kekerasan seksual, Saat Aku Bersuara juga menghadirkan kisah tentang keluarga, pemulihan diri, dan proses berdamai dengan masa lalu. Salah satunya melalui hubungan Nadia dengan ayahnya yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana.
Dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional, film ini menawarkan cerita yang dekat dengan realitas banyak orang. Saat Aku Bersuara menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan mencari keadilan, ada proses panjang untuk menyembuhkan luka dan menemukan kembali keberanian untuk bersuara.
Komentar