Pramono Buka Suara soal Bentrokan di Matraman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka atas bentrokan di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng. Ia meminta warga tidak terprovokasi, menghindari penyebaran disinformasi, serta menginstruksikan koordinasi lintas pihak untuk menjaga keamanan dan mendukung proses hukum.

Pramono Buka Suara soal Bentrokan di Matraman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada awak media terkait bentrokan antarkelompok di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Pramono menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda guna menjaga situasi tetap kondusif serta mendukung pengusutan kasus hingga tuntas. Frame Daily, Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta.

Frame Daily, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas bentrokan antarkelompok yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung mengambil langkah koordinasi bersama aparat penegak hukum dan unsur masyarakat guna menjaga situasi tetap aman.

Pramono mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia berharap proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum sehingga kasus dapat diusut secara tuntas.

Pemprov DKI Perkuat Koordinasi

Pramono mengungkapkan telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda.

Langkah itu dilakukan agar situasi di kawasan terdampak tetap kondusif sekaligus mencegah konflik meluas. "Pemerintah Jakarta menaruh harapan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini melalui penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7).

Ia juga mengajak seluruh warga menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Imbau Warga Tidak Terprovokasi

Pramono meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi yang masih sensitif.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan provokasi maupun merusak fasilitas umum. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Jakarta sekaligus mendukung aparat dalam menangani perkara yang sedang berlangsung.

Jangan Dikaitkan dengan Isu SARA

Dalam pernyataan terbarunya pada Selasa (28/7), Pramono juga mengingatkan agar bentrokan tersebut tidak dikaitkan dengan isu etnis maupun SARA. Menurutnya, Jakarta merupakan kota yang terbuka dan keberagaman selama ini telah terjaga dengan baik.

Ia berharap seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin sehingga suasana tetap aman, nyaman, dan damai bagi seluruh warga. Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka

Sementara itu, Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyidikan kasus bentrokan di Jalan Tambak. Polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yang berasal dari dua perkara berbeda, yakni kasus perusakan gerobak pedagang dan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta alat bukti lain yang dikumpulkan penyidik. Di sisi lain, aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi serta memberikan kepercayaan penuh kepada aparat dalam menyelesaikan perkara tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.

Ditulis oleh T.S

Komentar