Frame Daily, Banyumas - Kawal Banyumas hadir sebagai platform digital yang mendorong masyarakat aktif menyampaikan laporan, keluhan, dan berbagai persoalan di lingkungan mereka. Platform yang diluncurkan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) itu menjadi wadah pengumpulan data warga secara digital.
Platform Kawal Banyumas dapat diakses melalui kanal kawalaspirasi.id.
Kawal Banyumas menyediakan fitur aduan yang memungkinkan masyarakat melengkapi laporan dengan foto dan video. Informasi dapat dikirim secara real-time untuk kemudian diverifikasi sebelum menjadi bagian dari basis data permasalahan di Banyumas.
Team Leader Project Kawal Banyumas Krisdiyanto mengatakan platform tersebut terbuka bagi masyarakat yang menemukan persoalan di lingkungan masing-masing. Warga tidak perlu menunggu persoalan membesar untuk menyampaikan laporan.
“Siapa pun yang mempunyai problem atau menemukan masalah bisa melaporkan melalui platform tersebut,” ujar Krisdiyanto, dikutip RRI.co.id.
Kehadiran Kawal Banyumas diharapkan membuat partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi menjadi lebih terarah. Masyarakat dapat mendokumentasikan persoalan sekaligus menyertakan bukti visual yang membantu proses verifikasi laporan.
Data yang terkumpul tidak berhenti sebagai arsip pengaduan. LPPSLH akan mengolah berbagai temuan tersebut sebagai bahan penyusunan draf policy brief yang selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung advokasi kepada pengambil kebijakan.
Warga Jadi Ujung Tombak Pelaporan
Peserta workshop Kawal Banyumas, Deta Alviana Saputri, menilai keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam pendokumentasian persoalan publik. Menurut dia, warga memiliki pengetahuan langsung mengenai kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
“Warga itu menjadi tombak utama dalam pendokumentasian permasalahan,” kata Deta.
Menurut Deta, Kawal Banyumas juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan mekanisme yang lebih jelas. Sebelum adanya platform tersebut, sebagian warga disebut masih kebingungan menentukan pihak yang tepat untuk menerima laporan mengenai persoalan di lingkungan mereka.
Kondisi tersebut membuat sejumlah persoalan berpotensi tidak terdokumentasikan dengan baik. Melalui platform digital, laporan warga diharapkan dapat dikumpulkan secara sistematis sehingga lebih mudah ditelusuri dan diverifikasi.
Deta berharap Kawal Banyumas tidak berhenti setelah workshop selesai. Ia mendorong keberlanjutan program dengan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan untuk mencari penyelesaian atas persoalan yang dilaporkan.
40 Orang Didorong Kuasai Literasi Digital
Program Kawal Banyumas juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara aman. Krisdiyanto mengatakan sebanyak 40 orang akan dikader untuk mempelajari penggunaan platform sekaligus memahami perlindungan data pribadi.
“Kami punya dua tujuan, salah satunya memberikan pengetahuan atau capacity building kepada komunitas,” ujar Krisdiyanto.
Literasi digital dinilai penting karena laporan warga dapat memuat informasi, foto, video, maupun data yang perlu dikelola secara bertanggung jawab. Pemahaman mengenai keamanan data menjadi bagian dari pembelajaran agar masyarakat tidak sembarangan menyebarkan informasi pribadi ketika membuat laporan.
Krisdiyanto berharap Kawal Banyumas dapat diterapkan secara lebih luas. Penguatan kapasitas komunitas diharapkan membuat masyarakat mampu memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga ikut mengawal persoalan publik berdasarkan data.
Platform Kawal Banyumas dapat diakses melalui kanal kawalaspirasi.id. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menyampaikan persoalan yang ditemukan di lingkungan masing-masing sesuai mekanisme yang tersedia.
Pengumpulan laporan berbasis digital tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara warga dan pengambil kebijakan. Data yang telah diverifikasi dapat menjadi bahan untuk mendorong pembahasan persoalan secara lebih terukur serta mendukung proses advokasi kebijakan di Banyumas.
Komentar