Peserta Latsarmil Ungkap Pengalaman Pelatihan

Seorang peserta yang mengaku mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran calon manajer Koperasi Desa Merah Putih membagikan pengalamannya melalui media sosial Threads di tengah sorotan atas meninggalnya lima peserta.

Peserta Latsarmil Ungkap Pengalaman Pelatihan
Kemhan sampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta Latsarmil yang meninggal dunia. (istimewa)

Frame Daily, jakarta - Unggahan seorang peserta Latsarmil di media sosial Threads menjadi perhatian publik setelah kabar meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Melalui akun @chameleon.9670486, pemilik akun mengaku pernah mengikuti program tersebut sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Dalam unggahannya, peserta Latsarmil lebih dulu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga peserta yang meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa cerita yang dibagikannya merupakan pengalaman pribadi selama mengikuti pelatihan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu.

Peserta Latsarmil Mengaku Memiliki Riwayat Penyakit

Menurut pengakuannya, peserta Latsarmil telah menyampaikan riwayat penyakit yang dimilikinya saat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan lolos seleksi.

Ia mengaku sempat yakin mampu mengikuti program tersebut karena berhasil melewati tahapan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, dirinya juga menyebut pernah menjalani pendidikan dengan sistem ketarunaan sehingga menganggap pelatihan yang akan diikuti masih dapat dijalani.

Namun, setelah mengikuti kegiatan di barak, ia mengaku kondisi yang dihadapi berbeda dari perkiraannya.

Jadwal Padat dan Istirahat Terbatas

Dalam unggahan yang sama, peserta Latsarmil mengklaim aktivitas harian berlangsung cukup padat. Menurut pengakuannya, waktu tidur hanya sekitar tiga hingga empat jam setiap hari, sementara latihan baris-berbaris berlangsung hingga enam jam.

Ia juga mengaku sempat mengalami keterbatasan pasokan air minum pada hari-hari awal pelatihan. Menurutnya, peserta sempat membeli air minum secara mandiri sebelum penyelenggara menyediakan tambahan air galon beberapa hari kemudian.

Meski demikian, ia menegaskan pengalaman tersebut merupakan kondisi yang dialaminya selama mengikuti pelatihan dan belum tentu terjadi di seluruh lokasi penyelenggaraan.

Ceritakan Pengalaman Mendatangi Pos Kesehatan

Selain aktivitas pelatihan, peserta Latsarmil juga menceritakan pengalamannya saat beberapa kali mendatangi pos kesehatan karena merasa kondisi tubuhnya menurun.

Menurut pengakuannya, ia sempat meminta obat ketika merasa penyakitnya kambuh. Namun obat yang dibutuhkan disebut belum tersedia saat itu. Keesokan harinya, ia mengaku sempat pingsan sebelum akhirnya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dalam unggahannya, ia kembali menegaskan bahwa cerita tersebut merupakan pengalaman pribadi dan tidak ditujukan untuk menyalahkan instansi maupun pihak tertentu.

Unggahan Ramai Dibahas Warganet

Unggahan peserta Latsarmil tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pengguna media sosial dan memunculkan beragam tanggapan. Sebagian warganet meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program, sementara lainnya mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi terkait meninggalnya lima peserta.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang secara khusus menanggapi isi unggahan akun Threads tersebut. Frame Daily masih berupaya memperoleh konfirmasi dari penyelenggara maupun instansi terkait mengenai sejumlah klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar