Perampokan Siang Hari Bolong di Menteng, Emas 500 Gram Raib

Perampokan di Menteng, Jakarta Pusat, bikin geger warga setelah korban disekap dan ditusuk tujuh kali. Polisi buru pelaku.

Perampokan Siang Hari Bolong di Menteng, Emas 500 Gram Raib
Ilustrasi Garis Polisi. (ist)

Frame Daily, Jakarta - Perampokan di Menteng, Jakarta Pusat, menggegerkan warga setelah seorang pria berinisial M disekap dan ditusuk tujuh kali oleh pelaku yang beraksi pada siang hari. Insiden tersebut terjadi di Jalan Pati, RT 08/RW 08, Menteng, pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB dan kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kasus perampokan di Menteng itu menyebabkan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami tujuh luka tusuk pada area leher hingga punggung dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Perampokan di Menteng tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil dalam jumlah besar. Pelaku diduga membawa kabur emas dengan total berat sekitar 500 gram yang ditaksir bernilai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Menteng AKBP Braiel Rondonuwu membenarkan adanya tindak pidana tersebut. Polisi saat ini masih mengumpulkan alat bukti dan menelusuri jejak pelaku yang diduga telah merencanakan aksi perampokan di Menteng tersebut.

“Benar, ada kejadian pencurian dengan pemberatan sebagaimana Pasal 479 KUHP pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2026, sekira pukul 12.00 WIB,” kata Braiel kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/6), sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Perampokan Terjadi Saat Siang Hari

Berdasarkan keterangan kepolisian, terdapat dua korban dalam peristiwa tersebut. Korban pertama berinisial M mengalami luka berat akibat serangan senjata tajam. Korban kedua berinisial U mengalami kerugian materiil karena emas yang disimpan di lokasi kejadian hilang dibawa pelaku.

Informasi awal menyebutkan pelaku masuk ke area rumah dan kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban. Setelah melumpuhkan korban, pelaku diduga mengambil barang berharga yang berada di dalam rumah sebelum melarikan diri.

Aksi kriminal yang terjadi pada siang hari itu menjadi perhatian publik karena berlangsung di kawasan Menteng yang dikenal sebagai salah satu wilayah permukiman elite di Jakarta Pusat. Kejadian tersebut juga memunculkan kekhawatiran warga terkait keamanan lingkungan.

Hingga Jumat (19/6), kondisi korban M dilaporkan masih kritis dan belum sadarkan diri. Tim medis masih melakukan penanganan intensif mengingat luka yang diderita cukup serius.

“Saat ini, korban tengah dirawat intensif di rumah sakit dan belum sadarkan diri,” ujar Braiel.

Kehilangan Emas 500 Gram

Dari hasil pendataan sementara, barang yang hilang dalam kasus tersebut berupa emas dengan berat sekitar 500 gram. Nilai kerugian belum diumumkan secara rinci oleh pihak berwenang, tetapi jumlah tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah sesuai harga emas saat ini.

Polisi belum menjelaskan secara detail apakah pelaku merupakan orang yang telah mengenal korban atau bagian dari kelompok kriminal yang memang mengincar rumah-rumah dengan aset bernilai tinggi. Fokus penyidik saat ini masih tertuju pada pengumpulan bukti dan identifikasi pelaku.

Sejumlah sumber menyebutkan penyidik telah memeriksa lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah petunjuk yang dapat membantu proses pengungkapan kasus. Rekaman kamera pengawas di sekitar area juga menjadi salah satu bahan analisis tim investigasi.

Kasus ini menjadi sorotan karena memadukan unsur pencurian dan kekerasan berat terhadap korban. Dalam sejumlah kasus serupa, kepolisian biasanya menelusuri pola pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian melalui rekaman CCTV serta keterangan saksi.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Kawasan yang selama ini relatif tenang mendadak menjadi pusat perhatian setelah kabar penusukan dan pencurian menyebar luas di berbagai platform informasi.

Polisi Libatkan Tim Reskrim dan Jatanras

Untuk mempercepat pengungkapan perkara, Polsek Menteng bekerja sama dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya. Kolaborasi ini dilakukan guna memperluas cakupan penyelidikan serta mempercepat identifikasi pelaku.

Menurut Braiel, seluruh unsur penegak hukum yang terlibat saat ini masih mendalami kronologi lengkap kejadian. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga terus dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai aksi para pelaku.

“Saat ini, dalam proses penyelidikan dan penyidikan, dibantu oleh Sat Reskrim dan Subdit Jatanras Polda,” ungkap Braiel.

Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya lebih dari satu pelaku dalam aksi tersebut. Langkah itu dilakukan mengingat besarnya jumlah barang yang berhasil dibawa kabur serta tingkat kekerasan yang dialami korban.

Sejumlah ahli keamanan menilai kejahatan dengan sasaran aset bernilai tinggi sering kali melibatkan perencanaan matang. Meski demikian, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan apa pun terkait motif maupun jumlah pelaku karena proses penyidikan masih berlangsung.

Perkembangan Terbaru Penanganan Kasus

Hingga Jumat (19/6), belum ada informasi resmi mengenai penangkapan tersangka dalam kasus perampokan di Menteng tersebut. Aparat masih melakukan pengejaran dan pengumpulan bukti tambahan guna memperkuat proses hukum.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu untuk segera melapor kepada penyidik. Keterangan dari saksi maupun rekaman yang relevan dinilai dapat membantu mempercepat pengungkapan perkara.

Kasus perampokan di Menteng kini menjadi salah satu fokus penanganan aparat kepolisian di Jakarta Pusat. Di saat yang sama, korban M masih menjalani perawatan intensif dan belum sadarkan diri, sedangkan penyidik terus memburu pelaku yang membawa kabur emas seberat 500 gram dari lokasi kejadian.

Perkembangan terbaru yang telah dikonfirmasi kepolisian menunjukkan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung dengan dukungan Satreskrim serta Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, identitas pelaku belum diumumkan kepada publik dan penanganan kasus terus berlanjut.

Ditulis oleh IR

Komentar