Partai Demokrat Dorong Pemerintah Jalankan Shuttle Diplomacy untuk Pembebasan WNI yang Ditangkap Israel

Partai Demokrat Dorong Pemerintah Jalankan Shuttle Diplomacy untuk Pembebasan WNI yang Ditangkap Israel
Sekjen Partai Demokrat Herman Hoiron dan Kepala Bid. Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat Khoirul Humam(21/05/2026)

Frame Daily,​Jakarta – Partai Demokrat mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik konkret terkait penangkapan sejumlah WNI dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla oleh otoritas Israel.

​Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa keselamatan warga negara adalah prioritas utama yang harus diperjuangkan. Ia menekankan bahwa misi yang dilakukan oleh para aktivis tersebut adalah misi kemanusiaan yang dilindungi oleh hukum internasional.

​"Yang pertama dan utama adalah kita mengutamakan keselamatan dari warga negara Republik Indonesia yang saat ini masih ditahan. Kami meminta Kementerian Luar Negeri segera memastikan mereka selamat dan segera dibebaskan," ujar Herman di Jakarta.

​​Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menyarankan agar Kementerian Luar Negeri menjalankan shuttle diplomacy secara intensif. Menurutnya, Indonesia perlu melibatkan pihak-pihak yang memiliki komunikasi langsung dengan otoritas Israel.

​"Dalam konteks ini, pihak yang sekiranya cukup memungkinkan untuk melakukan intervensi langsung adalah Amerika Serikat. Kita dorong Kemlu untuk melakukan komunikasi tersebut," jelas Umam.

​Selain jalur bilateral, Partai Demokrat juga mendesak pemerintah untuk menempuh jalur multilateral melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Umam menyebut pentingnya membangun konsolidasi dengan negara-negara lain yang warganya juga menjadi korban penangkapan serupa, seperti Italia, Spanyol, Prancis, dan Kanada.

langkah-langkah strategis ini dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kancah internasional serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa di tengah ketidakpastian situasi global akibat konflik yang sedang berlangsung.

Ditulis oleh BAY

Komentar