Frame Daily, Surabaya - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung penanganan dan penyelematan korban insiden kecelakaan kapal di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026) dini hari.
Dalam kunjungannya tersebut, Menhub menemui para korban selamat serta berkoordinasi langsung dengan tim gabungan Pencarian dan Pertolongan (SAR). Berdasarkan data sementara yang diterima dari tim Basarnas di lapangan, tercatat ada lima orang penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Menhub Dudy menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah pelayaran ini. Pihaknya memastikan proses pencarian dan verifikasi data penumpang akan terus dilakukan secara cermat.
"Saya prihatin, sangat prihatin atas kejadian ini. Tentunya sebagaimana yang sudah dilaporkan bahwa ada lima saat ini penumpang yang meninggal dunia, kami turut berduka cita," ujar Dudy Purwagandhi di lokasi evakuasi, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari.
Proses Pencocokan Data Korban Selamat
Menhub menjelaskan, saat ini tim SAR gabungan fokus melakukan pencocokan data identitas penumpang (manifest) dengan jumlah penyintas yang berhasil dievakuasi. Proses verifikasi ini dilakukan bertahap seiring kedatangan kapal-kapal penolong yang membawa para korban selamat ke dermaga Tanjung Perak.
Langkah penyesuaian data ini krusial untuk memastikan ketepatan jumlah penumpang yang berada di atas kapal (on board) dengan jumlah penumpang yang sudah berhasil diselamatkan maupun yang masih dalam pencarian.
"Teman-teman dari Basarnas sedang bekerja untuk memastikan berapa jumlah penumpang yang on board, kemudian berapa jumlah yang terevakuasi. Satu per satu kapal yang datang dicocokkan datanya," jelas Menhub.
Operasi SAR Sepenuhnya Diserahkan ke Basarnas
Lebih lanjut, Dudy menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan menyerahkan sepenuhnya komando operasional pencarian, pertolongan, dan evakuasi kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Pemerintah berkomitmen memberikan kepastian informasi secepatnya kepada pihak keluarga korban yang saat ini tengah cemas menunggu kabar di posko penanganan emergency.
"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Basarnas sebagai penanggung jawab untuk melakukan operasi SAR (Search and Rescue), pertolongan, penyelamatan, hingga pendataan. Harapannya semua korban dapat teridentifikasi dengan baik sehingga memberikan kepastian kepada keluarga," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Basarnas, KPLP, Polairud, serta Pelindo masih terus bersiap menyambut kedatangan armada penolong lanjutan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Komentar