Frame Daily, Jakarta - Kegiatan nonton bareng atau nobar Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di berbagai daerah didorong menjadi ruang hiburan publik sekaligus penggerak UMKM. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia atau LPP TVRI bersama Polri menyiapkan dukungan bagi penyelenggaraan nobar agar berlangsung aman, tertib, dan memberi dampak ekonomi lokal.
Piala Dunia dan UMKM menjadi dua unsur yang dipertemukan melalui ribuan titik nobar di Indonesia. Kegiatan tersebut membuka peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku usaha kreatif, penyedia perlengkapan acara, hingga jasa pendukung untuk melayani penonton yang berkumpul menyaksikan pertandingan.
Direktur Utama LPP TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari mengatakan TVRI ingin menghadirkan siaran Piala Dunia yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran UMKM dalam kegiatan nobar dipandang penting karena dapat membuat manfaat ekonomi dari ajang olahraga itu terasa di tingkat lokal.
“Tentunya ini sangat menggembirakan dan membuat kami lebih optimis karena TVRI tidak hanya menyiarkan Piala Dunia, tapi juga ingin menghadirkan ruang kebersamaan masyarakat yang dapat menggerakkan ekonomi lokal,” kata Fiki usai audiensi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Piala Dunia dan UMKM juga menjadi perhatian Polri dalam mendukung penyelenggaraan nobar. Kepolisian menyatakan siap membantu koordinasi perizinan dan pengamanan, terutama karena kegiatan melibatkan kerumunan masyarakat di ruang publik pada malam hari maupun waktu pertandingan lainnya.
TVRI pada awalnya mencatat 2.740 titik nobar yang terdaftar di 38 provinsi. Perkembangan penyelenggaraan kegiatan di daerah membuat jumlah titik nobar terus bertambah hingga mencapai sekitar 7.200 lokasi berdasarkan data TVRI yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 23 Juni 2026.
Ribuan Titik Nobar dan Pergerakan Ekonomi
TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia. Lembaga penyiaran publik tersebut menayangkan 104 pertandingan selama turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Fiki mengatakan penyiaran pertandingan sepak bola dunia melalui TVRI merupakan bagian dari layanan publik. Akses siaran yang luas diharapkan memberi kesempatan masyarakat menyaksikan ajang internasional tanpa harus bergantung pada kegiatan komersial berbayar.
“Penyiaran Piala Dunia oleh TVRI merupakan bagian dari komitmen layanan publik untuk menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat. Selain menjadi tontonan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui UMKM yang terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk nobar,” ujarnya.
Piala Dunia dan UMKM menciptakan aktivitas ekonomi dalam skala komunitas. Pada setiap lokasi nobar, pengunjung berpotensi membeli makanan, minuman, cendera mata, produk kreatif, serta menggunakan jasa parkir dan transportasi lokal.
Dampak ekonomi yang muncul tidak selalu sama di setiap daerah. Besarnya transaksi dipengaruhi jumlah penonton, lokasi kegiatan, waktu pertandingan, kapasitas penyelenggara, cuaca, dan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengaturan area nobar.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai kegiatan nobar dapat memperluas aktivitas perdagangan dan jasa di daerah. Ia mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyaksikan pertandingan dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi berbagai sektor usaha.
“Saya yakin dengan adanya nobar, aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara menyeluruh di berbagai tempat,” kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (23/6/2026).
Polri Siapkan Dukungan Pengamanan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambut kerja sama TVRI dan Polri untuk penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut akan didorong dari tingkat Mabes Polri hingga kepolisian di wilayah.
“Kami sepakat bahwa kami Polri akan membantu mengajak masyarakat untuk nobar, mulai dari Mabes, Polda, Polres, dan Polsek sehingga ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat,” kata Sigit.
Dukungan kepolisian mencakup koordinasi kebutuhan perizinan dan pengamanan. Penyelenggara nobar tetap perlu mematuhi ketentuan pemerintah daerah, pengelola lokasi, serta standar keamanan yang diterapkan untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang.
“Kerja sama ini menjadi hal yang sangat baik. Kita akan mendukung apa saja yang diperlukan, mulai dari perizinan sampai kegiatan-kegiatan pengamanan,” ujar Sigit.
Pengamanan menjadi bagian penting agar kegiatan Piala Dunia dan UMKM dapat berjalan tertib. Pengelola lokasi perlu mengatur jalur keluar-masuk penonton, kapasitas area, akses kendaraan darurat, penempatan pedagang, kebersihan, serta pengelolaan sampah setelah acara.
Kepolisian juga mengingatkan penyelenggara untuk berkoordinasi lebih awal dengan aparat setempat. Koordinasi diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan, gangguan ketertiban, potensi konflik antarsuporter, serta risiko keamanan lain yang dapat muncul dalam kegiatan menonton bersama.
Kemenpora Dorong Peran Pemerintah Daerah
Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan nobar sebagai sarana penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan melibatkan UMKM secara aktif dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Erick mengatakan jumlah titik nobar yang telah mencapai 7.200 menunjukkan adanya minat publik yang besar terhadap turnamen sepak bola dunia. Angka tersebut juga memperlihatkan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan apabila kegiatan dikelola secara aman dan melibatkan pelaku usaha lokal.
“Sekarang titik nobar sudah mencapai 7.200. Artinya ini sebuah kegiatan yang positif. Karena itu Kemenpora juga telah meminta kepada Kemendagri agar para kepala daerah berupaya menyelenggarakan kegiatan nobar yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan UMKM,” katanya.
Pelibatan UMKM dapat dilakukan melalui kurasi pedagang makanan, penyediaan zona kuliner, pasar produk kreatif, hingga promosi produk khas daerah. Pemerintah daerah juga dapat mengarahkan penyelenggara agar memprioritaskan produk lokal dalam kebutuhan teknis kegiatan.
Piala Dunia dan UMKM dapat menciptakan dampak yang lebih merata apabila pelaku usaha memperoleh akses yang setara. Pengaturan biaya sewa lapak, lokasi berdagang, standar kebersihan, dan informasi kegiatan perlu disampaikan secara terbuka agar manfaat nobar tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Kemenpora menilai olahraga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dalam penyelenggaraan ajang olahraga besar di negara tuan rumah, perputaran ekonomi dapat terjadi pada sektor transportasi, penginapan, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif.
Ruang Sosial dan Tindak Lanjut
Nobar Piala Dunia juga dinilai memiliki manfaat sosial karena menjadi ruang pertemuan masyarakat dari beragam latar belakang. Penonton dapat menyaksikan pertandingan bersama dalam suasana yang lebih terbuka dan terorganisasi.
Kegiatan ini tetap memerlukan pengelolaan yang bertanggung jawab. Penyelenggara perlu memperhatikan kenyamanan warga sekitar, menghindari penggunaan fasilitas umum secara berlebihan, serta memastikan kegiatan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas dan kebisingan yang melampaui ketentuan setempat.
Bagi UMKM, momentum nobar dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk dan membangun pelanggan baru. Pelaku usaha perlu menjaga kualitas makanan, kejelasan harga, kebersihan kemasan, serta pelayanan agar pengalaman pengunjung tetap baik.
Kemenpora menyatakan akan terus mencari skema agar pertandingan olahraga nasional dapat hadir melalui TVRI. Erick menyebut upaya tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan sponsor, agar akses masyarakat terhadap tayangan olahraga dapat diperluas.
“Kita akan cari jalan juga agar pertandingan olahraga nasional bisa hadir di TVRI, kita cari sponsornya sama-sama,” ujar Erick.
Hingga 23 Juni 2026, TVRI mencatat sekitar 7.200 titik nobar Piala Dunia tersebar di berbagai daerah Indonesia. TVRI, Polri, Kemenpora, dan pemerintah daerah melanjutkan koordinasi terkait penyelenggaraan, pengamanan, serta pelibatan UMKM hingga pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 berakhir pada 19 Juli 2026.
Komentar