Frame Daily, Semarang – Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Lebih dari satu tahun sejak dilaporkan menghilang pada 25 Juni 2025, keberadaan gadis berusia 18 tahun itu masih menjadi misteri. Di tengah penantian panjang keluarga, terungkap fakta bahwa Mozza sebenarnya telah diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), namun tidak pernah mengetahui kabar tersebut karena telah lebih dulu hilang.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat karena hingga kini belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan Mozza. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai informasi dan alat bukti untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada remaja tersebut.
Kronologi Hilangnya Mozza Axillia
Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan awal, Mozza meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB pada 25 Juni 2025. Sebelum pergi, ia sempat mengirim pesan WhatsApp kepada ayahnya yang berisi izin untuk mengantarkan laptop milik seorang teman di kawasan Makodam Semarang.
Dalam pesan tersebut, Mozza menuliskan bahwa ia pergi bersama seseorang yang dipanggil "Mbak Ayuk". Sang ayah membalas singkat dengan mengizinkan putrinya pergi. Percakapan itu menjadi komunikasi terakhir antara keduanya. Setelah itu, nomor telepon Mozza tidak lagi aktif dan keberadaannya tidak pernah diketahui hingga sekarang.
Namun, penyelidikan polisi menemukan fakta bahwa teman yang disebut dalam pesan tersebut mengaku tidak pernah memiliki janji bertemu dengan Mozza pada hari itu. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang kini masih didalami penyidik.
Polisi Terus Menyelidiki Kasus Orang Hilang
Polres Semarang memastikan penyelidikan kasus hilangnya Mozza masih berlangsung. Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menyatakan bahwa penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi dan bukti untuk mengungkap keberadaan Mozza.
Menurut polisi, hingga kini status kasus masih dalam tahap penyelidikan karena belum ditemukan bukti yang dapat memastikan keberadaan korban maupun dugaan tindak pidana tertentu.
Kepolisian juga telah melakukan penelusuran ke sejumlah wilayah, termasuk di luar Jawa Tengah, guna mencari kemungkinan jejak Mozza. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Ponsel, KTP, dan SIM Ditemukan Terpisah
Dalam perjalanan penyelidikan, sejumlah barang milik Mozza ditemukan warga di lokasi berbeda.
Beberapa bulan setelah hilang, ponsel Mozza ditemukan di kawasan Kota Lama Semarang. Telepon genggam tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Namun, menurut keluarga, kondisi perangkat sudah direset sehingga data di dalamnya sulit diakses.
Selain itu, KTP dan SIM milik Mozza juga ditemukan tercecer di Jalan Dr. Cipto, Kota Semarang, oleh seorang tukang becak. Dokumen tersebut akhirnya kembali ke tangan keluarga setelah dikenali oleh warga.
Keluarga berharap temuan barang-barang pribadi tersebut dapat membantu polisi menelusuri rekaman CCTV maupun jejak lain yang mengarah pada keberadaan Mozza.
Diterima di Undip, Tetapi Tak Pernah Mengetahuinya
Salah satu fakta yang paling menyayat hati adalah Mozza ternyata berhasil lolos seleksi sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro.
Pengumuman penerimaan mahasiswa baru berlangsung pada Juli 2025, sekitar satu bulan setelah Mozza menghilang. Karena hingga saat itu belum ditemukan, kabar bahagia tersebut tidak pernah diketahui oleh Mozza.
Ayah Mozza mengungkapkan bahwa keluarga telah mempersiapkan berbagai kebutuhan kuliah, termasuk membayangkan putri sulungnya mengenakan jaket almamater Undip. Namun, impian itu harus tertunda karena Mozza belum juga kembali ke rumah.
Bagi keluarga, diterimanya Mozza di Undip menjadi simbol harapan sekaligus kesedihan mendalam, mengingat cita-cita yang telah diperjuangkannya belum sempat diwujudkan.
Harapan Keluarga agar Mozza Segera Pulang
Selama lebih dari satu tahun, keluarga tidak pernah berhenti mencari informasi mengenai Mozza. Sang ayah meyakini putrinya tidak pergi atas kemauan sendiri karena dikenal sebagai pribadi yang selalu memberi kabar ketika bepergian.
Menurut keluarga, Mozza biasanya mengirim foto lokasi atau memberi informasi keberadaannya setiap kali keluar rumah. Kebiasaan itu tidak dilakukan pada hari terakhir sebelum ia menghilang sehingga menimbulkan kecurigaan sejak awal.
Melalui berbagai pemberitaan, sang ayah terus menyampaikan harapan agar putrinya dapat melihat pesan tersebut dan kembali pulang.
Keluarga juga berharap masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Mozza dapat segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar proses pencarian memperoleh titik terang.
Komentar