Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta melaksanakan kegiatan Company Visit ke PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Astra Assembly Point, Sunter, Jakarta Utara, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 9 mahasiswa bersama Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Ana Kuswanti, dengan fokus pembelajaran pada implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) berkelanjutan dan stakeholder management di industri otomotif.
Mahasiswa mendapatkan pemaparan mendalam mengenai strategi CSR ADM yang berorientasi pada kegiatan sosial perusahaan serta diarahkan pada pendekatan keberlanjutan (sustainability) dan penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value/CSV). Materi disampaikan langsung oleh Yazid selaku Manager Department
CSR, Adi dari CSR Pilar Pintar, Prisma dari CSR Pilar Sejahtera dan Laily dari Corporate Communication ADM.
Pada sesi pemaparan, ADM menjelaskan bahwa implementasi CSR perusahaan dibangun melalui empat pilar utama, yaitu Pintar Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Hijau Bersama Daihatsu, dan Sejahtera Bersama Daihatsu. Keempat pilar tersebut dikembangkan melalui pendekatan local community dan social mapping sehingga program yang dijalankan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Manager Department CSR ADM, Yazid, menjelaskan bahwa keberhasilan CSR perusahaan tidak hanya diukur dari jumlah program yang dijalankan, tetapi dari dampak dan manfaat yang diterima masyarakat.
“Indikator utama CSR kami adalah beneficiaries atau penerima manfaat. Setiap pilar memiliki target dampaknya masing-masing, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan UMKM binaan,” jelas Yazid.
Dalam bidang pendidikan melalui program Pintar Bersama Daihatsu, ADM saat ini telah membina ratusan sekolah vokasi dan SMK di berbagai daerah. Program ini berfokus pada bantuan fasilitas pendidikan, pengembangan kurikulum industri yang disesuaikan dengan kebutuhan manufaktur otomotif. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan kepada mahasiswa adalah kelas DOJO, yaitu ruang pembelajaran berbasis budaya industri Jepang yang mulai diterapkan sejak 2019.
Adi dari CSR Pilar Pintar menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan yang dilakukan ADM berupaya membangun kesiapan siswa terhadap kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal budaya kerja industri sejak di sekolah. Karena itu, kurikulum sekolah binaan juga disesuaikan dengan kebutuhan manufaktur dan otomotif,” ujar Adi.
Selain pendidikan, mahasiswa juga mempelajari implementasi program kesehatan melalui Sehat Bersama Daihatsu, yang mencakup pembinaan posyandu, mobile clinic, dan Integrasi Layanan Primer (ILP). ADM menyampaikan bahwa program kesehatan perusahaan telah menjangkau ribuan penerima manfaat melalui puluhan posyandu binaan dan kader kesehatan masyarakat.
Di bidang lingkungan, ADM memperkenalkan berbagai program Hijau Bersama Daihatsu yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan industri. Program tersebut meliputi konservasi penyu, pengelolaan bank sampah, penanaman pohon, hingga penggunaan energi ramah lingkungan melalui panel surya. ADM juga menjelaskan bahwa beberapa program lingkungan dijalankan berdasarkan hasil evaluasi dampak dan kebutuhan stakeholder di masing-masing daerah.
Sementara itu, pada bidang ekonomi melalui Sejahtera Bersama Daihatsu, perusahaan mendorong pengembangan UMKM dan Kampung Berseri Astra (KBA) sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis komunitas. Program ini diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain membahas implementasi CSR, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai stakeholder management yang dijalankan ADM. Dalam pemaparannya, perusahaan menjelaskan bahwa terdapat tujuh stakeholder utama yang menjadi fokus pengelolaan perusahaan, yaitu masyarakat, pemerintah, pelanggan, karyawan, pemasok, pemegang saham, dan lingkungan.
Prisma dari Pilar CSR Sejahtera ADM menjelaskan bahwa setiap stakeholder memiliki pendekatan komunikasi yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.
“Setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga pendekatan komunikasinya juga tidak bisa disamakan. Karena itu, perusahaan harus mampu membangun komunikasi yang tepat dan berkelanjutan dengan masing-masing stakeholder,” ungkap Prisma.
Mahasiswa juga berdiskusi mengenai tantangan perusahaan dalam menjalankan program CSR, khususnya dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah, menjaga keberlanjutan komunitas binaan, dan memastikan program tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. ADM menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam CSR adalah menjaga keberlanjutan komunitas agar tetap mandiri dan berkembang setelah program berjalan.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Ana Kuswanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang penting bagi mahasiswa karena dapat melihat langsung bagaimana teori CSR, stakeholder engagement, dan komunikasi korporasi diterapkan di dunia industri.
“Mahasiswa jadi memahami bahwa CSR saat ini tidak lagi sekadar kegiatan filantropi, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun hubungan dengan stakeholder dan menciptakan keberlanjutan,” ujar Dr. Ana Kuswanti.
Melalui kegiatan ini, UPN Veteran Jakarta dan PT Astra Daihatsu Motor berharap kerja sama antara dunia akademik dan industri dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan pengetahuan dan praktik komunikasi korporasi serta CSR berkelanjutan di Indonesia.
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta Pelajari Implementasi CSR Berkelanjutan Dan Stakeholder Management Di PT Astra Daihatsu Motor
Komentar