Lima Jurnalis Hilang, Basarnas Terus Melakukan Pencarian

Lima jurnalis hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian, tetapi asap tebal dan radius bahaya jadi kendala.

Lima Jurnalis Hilang, Basarnas Terus Melakukan Pencarian
Ilustrasi. Basarnas memperluas pencarian, tetapi asap tebal dan radius bahaya jadi kendala. (FDN/AI)

Frame Daily, Jakarta - Lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Kamis (11/9) belum ditemukan. Kantor SAR Banten menyatakan pemantauan visual menggunakan teropong belum menunjukkan tanda keberadaan kelima pewarta tersebut.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak ketika menjalankan tugas jurnalistik di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Upaya pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan personel di lapangan.

Menurut Amrad, tim SAR bersama nelayan setempat telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena kawasan tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari gunung api dan masih dinyatakan rawan berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kondisi tersebut membuat pencarian lima jurnalis dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan pemantauan dari lokasi yang dinilai lebih aman. Basarnas juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB, serta PVMBG untuk menentukan langkah berikutnya.

Amrad mengatakan pihaknya tetap berupaya mencari cara agar dapat memastikan kondisi di Pulau Sertung. "Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan," kata Amrad, dikutip ANTARA, Kamis (11/9).

Pencarian Diperluas dengan Drone

Basarnas juga memperluas pencarian lima jurnalis menggunakan drone. Pemantauan dilakukan dari Pulau Sangiang dengan menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka.

Penggunaan drone dipilih untuk membantu pencarian dari jarak yang lebih aman mengingat kondisi kawasan Gunung Anak Krakatau masih dipengaruhi aktivitas erupsi. Upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena jarak pandang di sekitar wilayah pencarian terganggu asap tebal.

"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ujar Amrad.

Kondisi cuaca dan kepulan asap menjadi faktor penting dalam menentukan pola operasi pencarian. Basarnas tidak ingin memaksakan personel masuk ke wilayah berbahaya sebelum mendapatkan informasi yang memadai mengenai kondisi kawasan.

Amrad menegaskan keselamatan tim menjadi pertimbangan utama. Informasi mengenai cuaca dan perkembangan aktivitas gunung api terus diperbarui untuk mendukung keputusan operasi pencarian.

Lima Pewarta Foto Hilang Kontak

Lima jurnalis tersebut diketahui sedang menjalankan tugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda. Mereka tercatat hilang kontak sejak Senin (7/9) ketika melakukan perjalanan menuju kawasan tersebut.

Kelima pewarta foto itu adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Basarnas menyatakan informasi mengenai keberadaan mereka masih terus dihimpun melalui pencarian di sejumlah titik. Pemantauan visual dan penggunaan teknologi drone menjadi bagian dari operasi pencarian sembari menunggu kondisi memungkinkan untuk menjangkau kawasan yang masuk radius bahaya.

Amrad mengatakan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG dilakukan secara intensif. Kedua lembaga tersebut memberikan pembaruan kondisi lapangan secara berkala, termasuk ketika terdapat situasi yang membutuhkan respons cepat.

"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tutur Amrad.

Operasi pencarian lima jurnalis di sekitar Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Basarnas bersama unsur SAR gabungan akan menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi cuaca, jarak pandang, aktivitas gunung api, serta rekomendasi keselamatan dari lembaga terkait.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar