Layanan Kesehatan Haji Indonesia Disorot, DPR Temukan Kekurangan Tenaga Medis dan Ambulans Tua

Timwas Haji DPR RI menemukan sejumlah persoalan pada layanan kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi, mulai dari keterbatasan tenaga medis hingga armada ambulans yang dinilai sudah tua menjelang puncak ibadah haji 1447 H.

Layanan Kesehatan Haji Indonesia Disorot, DPR Temukan Kekurangan Tenaga Medis dan Ambulans Tua
Makkah, Arab Saudi (Frame Daily / Istimewa)

Frame Daily, Makkah - Layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia kembali menjadi sorotan menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Temuan di lapangan menunjukkan masih adanya sejumlah kendala yang berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan bagi ratusan ribu jemaah di Tanah Suci.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai kesiapan layanan kesehatan belum sepenuhnya ideal untuk menghadapi tingginya kebutuhan jemaah selama fase puncak haji.

Dari hasil pemantauan langsung di Arab Saudi, Timwas menemukan beberapa persoalan mendasar. Mulai dari keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, tingginya angka jemaah berisiko tinggi (risti), hingga armada ambulans yang dinilai sudah berusia tua dan membutuhkan pembaruan.

Jumlah Tenaga Kesehatan Dinilai Belum Memadai

Menurut Timwas Haji DPR RI, jumlah petugas kesehatan yang bertugas saat ini masih belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar jemaah Indonesia merupakan kelompok lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit penyerta. Situasi ini membuat kebutuhan layanan medis selama ibadah haji menjadi semakin tinggi.

Petugas kesehatan tidak hanya bertugas di klinik, tetapi juga harus melakukan pemantauan, pendampingan, hingga penanganan darurat di berbagai lokasi ibadah.

Pipa Air Utama Bocor, Tenda Jemaah Haji di Arofah Tergenang Luapan AirFrame Daily
Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Baca Selengkapnya...

Tingginya Jumlah Jemaah Berisiko Tinggi

Selain keterbatasan tenaga medis, tingginya jumlah jemaah kategori berisiko tinggi juga menjadi tantangan tersendiri.

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, aktivitas fisik yang padat, serta mobilitas tinggi selama rangkaian ibadah haji dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit kronis.

Karena itu, kesiapan fasilitas kesehatan dan kecepatan penanganan medis menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan jemaah.

Ambulans Tua Jadi Sorotan

Temuan lain yang mendapat perhatian adalah kondisi sejumlah ambulans yang digunakan untuk pelayanan kesehatan jemaah.

Armada tersebut dinilai sudah berusia cukup tua sehingga perlu dilakukan peremajaan agar pelayanan darurat dapat berjalan lebih optimal. Ketersediaan kendaraan medis yang layak menjadi kebutuhan penting, terutama saat memasuki puncak haji yang identik dengan kepadatan jemaah dan tingginya mobilitas.

Timwas berharap evaluasi terhadap fasilitas kesehatan dapat segera dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia.

Pelayanan Kesehatan Jadi Kebutuhan Vital

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat, akses terhadap tenaga medis, obat-obatan, serta fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Temuan yang disampaikan Timwas Haji DPR RI diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar pelayanan kesehatan bagi jemaah Indonesia semakin optimal pada musim haji tahun ini maupun di masa mendatang.

DPR Soroti Pembatasan Asuransi Kesehatan Jemaah Haji di MakkahFrame Daily
Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh WJ

Komentar