Khofifah Bidik Kemiskinan Ekstrem Jatim, Target Jadi Nol Persen

Khofifah menargetkan kemiskinan ekstrem Jawa Timur nol persen setelah angka kemiskinan turun menjadi 9,06 persen pada Maret 2026.

Khofifah Bidik Kemiskinan Ekstrem Jatim, Target Jadi Nol Persen

Frame Daily, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur mencapai nol persen setelah sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 9,06 persen, turun dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya.

Khofifah menyampaikan target tersebut saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Ia menyebut penurunan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang terus didorong melalui program Nawa Bhakti Satya.

"Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen," kata Khofifah, dikutip dari ANTARA, Senin (12/10/2026).

Tingkat kemiskinan ekstrem Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen. Pemerintah provinsi menargetkan angka tersebut terus ditekan melalui penguatan berbagai sektor pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Nawa Bhakti Satya Jadi Arah Pembangunan

Khofifah menjelaskan, penurunan kemiskinan merupakan bagian dari arah kebijakan pembangunan Jawa Timur hingga 2029. Program Nawa Bhakti Satya menjadi landasan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sembilan prioritas pengabdian.

"Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029," ujarnya.

Selain penanggulangan kemiskinan, Pemprov Jawa Timur mendorong perluasan kesempatan kerja, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta transformasi pelayanan publik.

Pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Khofifah menilai capaian tersebut menjadi salah satu indikator ketahanan ekonomi daerah.

"Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita," katanya.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, target kemiskinan ekstrem nol persen tetap membutuhkan upaya berkelanjutan. Pemerataan akses pekerjaan, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan ketepatan penyaluran program perlindungan sosial menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan manfaat pembangunan menjangkau masyarakat rentan.

Produksi Padi Jatim Tembus 10,44 Juta Ton

Di sektor pangan, Jawa Timur mempertahankan perannya sebagai salah satu penopang produksi pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi padi provinsi tersebut mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 17,34 persen dari total produksi padi nasional.

Menurut Khofifah, kekuatan sektor pangan ditopang oleh kontribusi petani, peternak, dan nelayan. Komoditas yang menjadi penyangga meliputi padi, jagung, tebu, daging, susu, telur, hingga hasil perikanan.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak terlepas dari kerja keras masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, penguatan sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga perekonomian sekaligus mendukung kesejahteraan warga.

Pada bidang pendidikan, Pemprov Jawa Timur mengembangkan program Jatim World Class Education melalui penguatan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pendidikan pesantren.

Program beasiswa santri unggul serta kolaborasi dengan King's College London juga disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing talenta asal Jawa Timur.

"Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar," kata Khofifah.

Perlindungan Kesehatan dan Digitalisasi Layanan

Di bidang kesehatan, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur hingga September 2026 mencapai 96,12 persen. Adapun usia harapan hidup tercatat sebesar 75,36 tahun.

Pemprov Jawa Timur juga memperkuat tata kelola pemerintahan melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Hingga September 2026, ekosistem tersebut telah mengintegrasikan 241 layanan untuk mendukung administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.

Khofifah turut menekankan pentingnya pembangunan inklusif melalui program Jatim Harmoni dan Jatim Lestari, yang diarahkan untuk memperluas manfaat pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di dalam Jawa Timur," ujarnya.

13 Tokoh Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Khofifah menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada sejumlah pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi bagi daerah.

Sebanyak 13 tokoh menerima penghargaan kategori emas. Mereka di antaranya Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar AF, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol Budi Mulyanto.

Khofifah mengingatkan bahwa falsafah Jawa Jer Basuki Mawa Beya mengandung makna keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi untuk melanjutkan pembangunan.

Target kemiskinan ekstrem nol persen menjadi salah satu agenda yang perlu diikuti dengan evaluasi capaian secara berkala. Pemerintah daerah diharapkan memastikan perbaikan indikator makro berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rumah tangga, terutama kelompok masyarakat yang masih rentan terhadap kemiskinan.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar