Frame Daily, Jakarta - Safari Politik Jokowi ke Lampung pada 26–28 Juni 2026 memantik perhatian partai politik menjelang menghangatnya peta kekuatan menuju Pemilu 2029. Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu dijadwalkan mencakup agenda warga, relawan, pelaku UMKM, tokoh adat, pondok pesantren, kirab budaya, serta kegiatan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.
Safari Politik Jokowi menjadi bahan pembicaraan karena Lampung dipilih sebagai tujuan awal perjalanan mantan kepala negara itu ke daerah. Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho menyebut sejumlah agenda akan berlangsung di tujuh kabupaten dan kota, meliputi Mesuji, Tulang Bawang, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu.
Safari Politik Jokowi menarik perhatian karena PSI ikut menyiapkan kegiatan di Lampung. Keterlibatan partai yang dipimpin Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, membuat agenda tersebut memunculkan tafsir politik meski penyelenggara menyatakan fokusnya adalah silaturahmi.
Safari Politik Jokowi juga dipersiapkan bersama Relawan Brigade Rakyat Nusantara. Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara Relly Reagen menyebut persiapan teknis telah mencapai sekitar 80 persen, mencakup perizinan, lokasi, serta koordinasi penyelenggaraan kegiatan di sejumlah titik.
Safari Politik Jokowi, menurut penjelasan PSI, tidak dapat diposisikan sebagai kampanye atau konsolidasi elektoral. Wakil Ketua Umum PSI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan kunjungan Jokowi merupakan upaya memenuhi undangan masyarakat dari berbagai daerah setelah kondisinya dinyatakan pulih.
“Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi sejumlah undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia,” kata Isyana di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.
Respons Parpol Lain Masih Terbatas
Hingga Kamis, 26 Juni 2026, belum terlihat pernyataan resmi dari sejumlah partai politik lain yang secara khusus merespons Safari Politik Jokowi ke Lampung. Kondisi itu membuat narasi mengenai tujuan kegiatan masih banyak bertumpu pada penjelasan PSI, relawan, dan panitia daerah.
PDI Perjuangan, partai yang mengusung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019, belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait agenda Lampung. Ketiadaan pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai dukungan ataupun penolakan terhadap perjalanan Jokowi.
Partai Gerindra juga belum menyampaikan respons khusus mengenai agenda itu. Gerindra berada dalam posisi penting karena Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin pemerintahan saat ini, sedangkan Jokowi pernah menyatakan dukungan agar pasangan tersebut melanjutkan kepemimpinan selama dua periode.
Jokowi menyampaikan dukungan Prabowo-Gibran dua periode pada Januari 2026. Pernyataan itu memunculkan perbincangan mengenai peluang politik Gibran pada 2029, walaupun keputusan pencalonan tetap berada pada mekanisme internal partai politik dan ketentuan perundang-undangan.
Partai-partai lain di parlemen juga belum menyampaikan sikap khusus terhadap perjalanan Jokowi ke Lampung. Tidak adanya respons terbuka menunjukkan agenda itu belum diperlakukan sebagai isu resmi antarpartai, meski tetap dipantau karena melibatkan tokoh nasional dan kegiatan PSI.
Sikap politik partai dapat berubah sesuai perkembangan agenda Jokowi di daerah lain. Karena itu, publik perlu membedakan fakta yang telah dikonfirmasi, pernyataan resmi penyelenggara, dan analisis yang berkembang dalam pemberitaan maupun percakapan publik.
PSI Tegaskan Agenda Bukan Kampanye
PSI menjadi partai yang paling terbuka menjelaskan agenda kunjungan Jokowi ke Lampung. Isyana menyatakan partainya saat ini memusatkan perhatian pada pembentukan dan penguatan struktur organisasi sebagai persiapan menghadapi verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada 2027.
Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai arah politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat presiden. Nama Jokowi masih memiliki daya tarik di ruang publik karena jejaring relawannya tersebar di berbagai daerah dan rekam jejaknya selama memimpin Indonesia dua periode, 2014–2024.
Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus mengatakan Jokowi meminta dirinya mendampingi kunjungan ke Lampung. Pernyataan tersebut disampaikan Bestari setelah bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada 18 Juni 2026.
“Saya mendapatkan banyak arahan dari Jokowi terkait kondisi politik nasional maupun kesiapan organisasi PSI dalam menghadapi agenda politik ke depan. Salah satunya minta saya mendampingi Jokowi ke Lampung,” kata Bestari.
Keterangan Bestari memperlihatkan adanya komunikasi antara Jokowi dan pengurus PSI mengenai agenda organisasi. PSI belum menyampaikan adanya keputusan mengenai jabatan formal Jokowi di partai berlambang gajah tersebut.
PSI Lampung menyebut Rakorda dan kirab budaya menjadi dua kegiatan utama dalam lawatan Jokowi. Rencana itu juga dilengkapi pertemuan dengan masyarakat, tokoh adat, kelompok tani, pelaku UMKM, serta kunjungan ke pondok pesantren.
Dinamika Jelang Pemilu 2029
Safari Politik Jokowi berlangsung lebih dari tiga tahun sebelum Pemilu 2029. Pada fase ini, sejumlah partai mulai memperkuat struktur hingga tingkat daerah sebagai persiapan menghadapi tahapan verifikasi peserta pemilu yang diproyeksikan berjalan pada 2027.
Kunjungan tokoh nasional ke daerah lazim memiliki dua dimensi. Pertama, sebagai ruang silaturahmi dengan masyarakat dan kelompok pendukung. Kedua, sebagai kesempatan menjaga komunikasi politik serta memperkuat jejaring yang dapat berpengaruh pada masa depan.
PSI menekankan kegiatan Lampung merupakan pemenuhan undangan warga. Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho mengatakan masyarakat dari berbagai unsur menyambut rencana kedatangan Jokowi karena menilai terdapat dampak pembangunan selama masa pemerintahannya.
Klaim mengenai apresiasi warga terhadap pembangunan merupakan pandangan PSI Lampung dan kelompok pendukungnya. Penilaian terhadap kinerja pemerintahan Jokowi tetap beragam, dipengaruhi pengalaman masyarakat, kondisi ekonomi lokal, serta preferensi politik masing-masing warga.
Pengamat politik dapat membaca agenda tersebut sebagai penguatan komunikasi Jokowi dengan jaringan sosial dan politiknya. Pembacaan itu tidak otomatis membuktikan adanya strategi elektoral tertentu karena Jokowi maupun PSI belum mengumumkan target politik spesifik dari kunjungan Lampung.
Transparansi pelaksanaan kegiatan menjadi faktor yang penting dijaga. Panitia, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi yang terlibat perlu memastikan acara berlangsung tertib, tidak mengganggu aktivitas masyarakat, dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partisan.
Kunjungan Lampung akan menjadi penanda awal apakah Jokowi akan melanjutkan agenda serupa ke daerah lain. Respons parpol terhadap Safari Politik Jokowi berpotensi berkembang apabila perjalanan tersebut semakin intensif dan memuat kegiatan yang lebih dekat dengan konsolidasi organisasi politik.
Komentar