Frame Daily, Jakarta – Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas jual beli perlengkapan sekolah di Pasar Asemka, Tamansari, Jakarta Barat, meningkat signifikan pada Rabu (8/7/2026). Warga dari berbagai wilayah di Jakarta memadati pusat perdagangan tersebut untuk membeli buku, alat tulis, hingga perlengkapan sekolah karena dinilai menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan toko di sekitar tempat tinggal mereka.
Memasuki tahun ajaran baru, tingginya kebutuhan perlengkapan sekolah mendorong masyarakat mencari alternatif belanja yang lebih hemat. Pasar Asemka kembali menjadi salah satu tujuan utama karena dikenal sebagai sentra penjualan alat tulis, buku, tas, dan perlengkapan sekolah dengan harga grosir maupun eceran.
Salah seorang pembeli, Penny, warga Sunter, Jakarta Utara, mengaku sengaja datang ke Pasar Asemka untuk menyambut tahun ajaran baru. Menurutnya, selisih harga perlengkapan sekolah di kawasan tersebut cukup besar dibandingkan toko yang berada di dekat rumahnya sehingga perjalanan yang ditempuh tetap sepadan dengan penghematan yang diperoleh.
Penny mengatakan kebutuhan tahun ajaran baru membuat pengeluaran keluarga meningkat setiap tahun. Karena itu, ia memilih berbelanja lebih awal agar dapat memperoleh harga yang masih kompetitif sekaligus menghindari lonjakan permintaan menjelang hari pertama sekolah.
Fenomena ramainya pembeli menjelang tahun ajaran baru juga terlihat di sejumlah toko buku dan alat tulis di sepanjang kawasan Pasar Asemka. Sebagian besar pengunjung datang bersama anggota keluarga untuk membeli kebutuhan sekolah anak sesuai daftar perlengkapan yang telah dipersiapkan.
Alasan Warga Memilih Pasar Asemka
Penny mengungkapkan harga buku paket di Pasar Asemka jauh lebih murah dibandingkan toko di sekitar tempat tinggalnya. Perbedaan harga tersebut menjadi alasan utama dirinya rutin datang setiap awal tahun ajaran.
"Di sini masih terjangkau. Di daerah saya satu paket buku bisa Rp50 ribu, bahkan kadang Rp55 ribu sampai Rp60 ribu. Kalau di sini sekitar Rp35 ribu sampai Rp45 ribuan," ujar Penny saat ditemui di Pasar Asemka, Rabu, seperti dikutip dari ANTARA.
Ia menuturkan setiap memasuki tahun ajaran baru keluarganya menyiapkan anggaran sekitar Rp1 juta untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah anak. Dana tersebut digunakan untuk membeli buku, sampul, alat tulis, hingga perlengkapan lain yang diperkirakan cukup digunakan selama satu semester.
Menurut Penny, strategi membeli stok alat tulis sekaligus dinilai lebih efisien dibandingkan berbelanja secara bertahap. Cara tersebut juga membantu keluarga mengendalikan pengeluaran selama proses belajar berlangsung.
"Ini baru beli buku sama sampul saja sekitar Rp520 ribu. Nanti lihat lagi kalau pulpen atau pensil di rumah sudah habis. Sekalian beli buat stok satu semester biar lebih hemat," katanya.
Pernyataan Penny mencerminkan pola belanja sebagian masyarakat yang mulai memperhitungkan efisiensi biaya pendidikan. Kenaikan kebutuhan sekolah membuat banyak keluarga menyusun anggaran sejak jauh hari agar pengeluaran tetap terkendali.
Belanja Sesuai Kebutuhan
Pengunjung lain, Siska, warga Jelambar, Jakarta Barat, juga memilih Pasar Asemka untuk membeli perlengkapan sekolah anaknya yang akan naik ke kelas enam sekolah dasar. Berbeda dengan Penny, Siska tidak menetapkan anggaran khusus saat berbelanja.
Ia mengatakan hanya membeli barang yang benar-benar diperlukan. Perlengkapan yang masih layak digunakan tetap dimanfaatkan sehingga pengeluaran tidak membengkak.
"Yang dibeli paling buku, nanti kalau perlu sepatu atau tas baru beli. Kalau masih ada ya enggak beli. Sekarang cuma butuh buku saja," ujar Siska kepada ANTARA.
Menurut Siska, total belanja perlengkapan sekolah, termasuk buku, tas, dan sepatu bila diperlukan, masih berada di bawah Rp1 juta. Harga yang relatif terjangkau menjadi alasan dirinya memilih berbelanja di Pasar Asemka dibandingkan pusat perbelanjaan lain.
Ia juga mengaku lebih nyaman membeli perlengkapan sekolah secara langsung dibandingkan melalui platform daring. Dengan datang ke toko, kualitas barang dapat diperiksa sebelum diputuskan untuk dibeli.
"Kalau online kan tidak bisa lihat barangnya langsung. Takut kualitasnya tidak sesuai. Jadi lebih puas beli langsung di toko," katanya.
Pilihan berbelanja langsung juga memberikan kesempatan bagi konsumen membandingkan kualitas dan harga dari beberapa toko dalam satu lokasi. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah yang masih diminati masyarakat meski transaksi digital terus berkembang.
Kebutuhan Pendidikan Dorong Aktivitas Perdagangan
Ramainya Pasar Asemka menjelang dimulainya tahun ajaran baru menjadi fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Momentum tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan, terutama bagi pelaku usaha yang menjual perlengkapan sekolah.
Permintaan yang meningkat biasanya mencakup buku tulis, buku gambar, sampul buku, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, tas sekolah, hingga sepatu. Banyak orang tua memanfaatkan periode sebelum sekolah dimulai untuk melengkapi seluruh kebutuhan anak sekaligus.
Pengeluaran rumah tangga untuk sektor pendidikan juga cenderung meningkat pada masa ini. Keluarga umumnya mulai mengalokasikan anggaran khusus agar kebutuhan sekolah dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan pokok lainnya.
Pengamat ekonomi dari berbagai kesempatan sebelumnya juga menilai musim belanja menjelang tahun ajaran baru menjadi salah satu pendorong konsumsi rumah tangga. Peningkatan transaksi pada sektor alat tulis dan perlengkapan sekolah turut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi di tingkat ritel.
Di sisi konsumen, strategi berbelanja lebih awal menjadi pilihan untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif sekaligus menghindari kepadatan pengunjung menjelang hari pertama masuk sekolah. Banyak keluarga juga memanfaatkan promosi maupun potongan harga yang ditawarkan pedagang.
Momentum ini memperlihatkan bahwa kebutuhan pendidikan tetap menjadi prioritas utama masyarakat. Orang tua berupaya memenuhi perlengkapan belajar anak sesuai kemampuan finansial dengan tetap mempertimbangkan kualitas serta daya tahan barang yang dibeli.
Hingga Rabu (8/7/2026), aktivitas perdagangan di Pasar Asemka masih berlangsung ramai dengan kedatangan pembeli dari berbagai wilayah Jakarta. Berdasarkan pantauan ANTARA, masyarakat diperkirakan masih akan memadati kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan menjelang dimulainya tahun ajaran baru, seiring meningkatnya kebutuhan perlengkapan sekolah bagi peserta didik.
Komentar