Frame Daily, Palangkaraya – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sekitar bandara turun drastis. Pada Sabtu (12/9/2026), visibilitas bahkan dilaporkan mencapai 450 meter.
Situasi ini membuat maskapai harus menyesuaikan operasional penerbangan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan.
Berdasarkan laporan media lokal pada 12 September 2026, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut mengalami penurunan sejak pagi.
Pada sekitar pukul 07.30 WIB, jarak pandang masih berada di kisaran 800 meter. Memasuki siang hari, angka tersebut turun menjadi sekitar 500 meter.
Kondisi semakin buruk sekitar pukul 15.30 WIB ketika jarak pandang hanya tersisa sekitar 450 meter.
Tiga Penerbangan Dibatalkan
Buruknya jarak pandang berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan.
Sedikitnya tiga penerbangan dilaporkan dibatalkan pada Sabtu akibat kondisi kabut asap yang tidak memungkinkan penerbangan berlangsung secara normal.
Informasi pembatalan tersebut juga diberitakan RRI Palangka Raya pada 12 September 2026.
Penumpang yang terdampak harus menunggu kepastian dari pihak maskapai. Sebagian memilih melakukan perubahan jadwal, sementara penumpang lainnya mengajukan pengembalian dana tiket.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap karhutla tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara di darat, tetapi juga mengganggu konektivitas udara dari dan menuju Palangka Raya.
Keselamatan Penerbangan Jadi Pertimbangan Utama
General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, menyampaikan bahwa kondisi jarak pandang terus dipantau bersama pihak terkait.
Keputusan mengenai keberangkatan maupun kedatangan pesawat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.
Ketika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, penerbangan tidak dapat dipaksakan.
Kondisi kabut asap seperti ini juga membuat jadwal penerbangan menjadi sulit dipastikan. Perubahan situasi dapat terjadi dalam waktu singkat bergantung pada arah angin dan konsentrasi asap.
Gangguan Penerbangan Bukan Pertama Kali Terjadi
Gangguan penerbangan akibat kabut asap sebelumnya juga terjadi di Bandara Tjilik Riwut pada akhir Agustus 2026.
Saat itu, jarak pandang dilaporkan turun hingga ratusan meter. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan ke bandara lain.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla di Kalimantan Tengah memiliki dampak berantai terhadap aktivitas masyarakat.
Selain mengganggu kesehatan dan aktivitas warga, asap juga berpotensi menghambat mobilitas melalui jalur udara.
Penanganan Karhutla Turut Terdampak
Kabut asap dengan tingkat kepekatan tinggi juga menjadi tantangan dalam upaya penanganan karhutla melalui udara.
Pesawat dan helikopter yang digunakan untuk patroli maupun pemadaman membutuhkan kondisi visibilitas yang memadai.
Ketika jarak pandang terlalu rendah, operasi udara dapat dihentikan sementara demi keselamatan penerbang dan kru.
Situasi ini membuat pengendalian karhutla menghadapi persoalan ganda. Di satu sisi, kebakaran harus segera dikendalikan. Di sisi lain, kondisi udara yang buruk dapat membatasi ruang gerak petugas di lapangan.
Penumpang Diminta Pantau Jadwal Penerbangan
Dengan kondisi kabut asap yang masih fluktuatif, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Tjilik Riwut diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai.
Penumpang juga disarankan memastikan status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
Maskapai dapat memberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, sesuai ketentuan masing-masing maskapai.
Kabut asap karhutla kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran penerba⁵⅝⁸ongan di Palangka Raya.
Selama jarak pandang belum kembali ke kondisi yang aman, potensi keterlambatan, pengalihan, hingga pembatalan penerbangan masih dapat terjadi.
Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.
Komentar