Frame Daily, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan awal pekan. Bursa saham Indonesia dibuka langsung di zona merah dan sempat anjlok hingga 4,37 persen ke level 6.431 pada sesi pertama perdagangan.
IHSG memulai perdagangan hari ini turun 94,34 poin atau 1,40% ke posisi 6.628,97. Namun dua menit setelah pasar dibuka IHSG ambruk makin dalam hingga 2,59% dan semakin parah 40 menit setelahnya dengan IHSG Anjlok 3,61% (-242 poin) ke level 6.480.
Dilansir dari CNBC Indonesia, pelemahan IHSG dipicu derasnya aksi jual investor asing setelah sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari indeks global MSCI. Sentimen tersebut diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.
Mayoritas saham unggulan langsung bergerak di zona merah sejak pembukaan perdagangan bursa. Saham sektor perbankan, energi, dan teknologi menjadi yang paling tertekan akibat aksi jual besar-besaran dari pelaku pasar.
Efek Rebalancing MSCI Tekan Pasar
Pelaku pasar menilai keputusan MSCI menjadi salah satu faktor utama yang mengguncang pasar saham domestik. Sejumlah emiten besar Indonesia dilaporkan keluar dari indeks global MSCI sehingga memicu penyesuaian portofolio investor asing.
Kondisi tersebut membuat dana investasi global melakukan aksi jual terhadap saham-saham Indonesia yang sebelumnya menjadi bagian dari indeks acuan internasional. Tekanan terhadap IHSG juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Rupiah Melemah Tambah Tekanan
Selain sentimen pasar global, pelemahan rupiah turut membebani pasar keuangan Indonesia. Nilai tukar rupiah dilaporkan terus bergerak melemah terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terjadinya capital outflow atau keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis pasar melihat investor asing cenderung mengurangi eksposur aset berisiko saat ketidakpastian global meningkat.
Investor Tunggu Langkah Bank Indonesia
Pelaku pasar kini menunggu respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan domestik. Arah kebijakan suku bunga serta intervensi pasar dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan IHSG beberapa hari ke depan.
Meski tekanan pasar masih tinggi, sebagian investor mulai melihat peluang technical rebound apabila aksi jual mulai mereda dan aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
Komentar