Hari Ketiga Pencarian KM Virgo, KRI Canopus Dikerahkan Menyisir Bawah Laut

Operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga, Selasa (15/9/2026). Pencarian kini diarahkan ke bawah laut dengan dukungan KRI Canopus-936, ROV, drone bawah laut, penyelam, serta personel khusus untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo, KRI Canopus Dikerahkan Menyisir Bawah Laut
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga. Tim SAR menyiapkan pencarian bawah laut menggunakan KRI Canopus-936 yang didukung perangkat ROV, drone bawah laut, serta tim penyelam. Ilustrasi AI : Framedaily.id

Frame Daily, Banjarmasin - Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga pada Selasa (15/9/2026). Setelah pencarian sebelumnya banyak dilakukan melalui permukaan laut dan udara, tim SAR gabungan kini bersiap mengoptimalkan pencarian di bawah permukaan laut.

Salah satu kekuatan utama yang dikerahkan adalah KRI Canopus-936, kapal bantu hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan mendukung pencarian bawah air. Kapal tersebut telah berada di area operasi bersama unsur SAR lainnya.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi bawah laut akan menggunakan sejumlah perangkat dan personel khusus.

KRI Canopus dilengkapi ROV atau remotely operated vehicle, yakni kendaraan bawah air yang dapat dikendalikan dari permukaan. Selain itu, disiapkan drone bawah laut, penyelam, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, serta Basarnas Special Group (BSG).

Pencarian bawah air tersebut tetap sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut. Gelombang dan arus dapat memengaruhi keselamatan penyelam maupun pengoperasian perangkat bawah laut.

Bangkai Kapal Berada di Kedalaman Sekitar 30 Meter

Pencarian bawah laut menjadi semakin penting setelah posisi KM Virgo Transport 8 dapat diketahui.

Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan Selasa dini hari, Basarnas mengungkap bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 30 meter. Posisi kapal juga telah bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dari titik sebelumnya dan masih berada dalam kondisi terbalik.

Temuan posisi tersebut memberikan titik referensi penting bagi tim untuk mengarahkan pencarian bawah air.

Namun, keberadaan bangkai kapal di dasar laut tidak otomatis berarti seluruh korban yang belum ditemukan berada di dalam kapal. Operasi SAR tetap dilakukan di permukaan dan area perairan sekitarnya karena korban maupun benda dari kapal dapat terbawa arus.

Pada Senin, TNI menyatakan 129 orang masih dalam pencarian, sementara 114 orang telah dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Angka tersebut merupakan data operasi SAR hari kedua dan masih dapat berubah seiring pencarian serta proses rekonsiliasi data.

KRI Canopus Punya Kemampuan Khusus Bawah Laut

KRI Canopus-936 bukan kapal perang yang semata-mata dirancang untuk pertempuran. Kapal ini merupakan kapal bantu hidro-oseanografi yang berada di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Kepala Basarnas menyebut KRI Canopus sebagai kapal terbaru TNI AL yang dimiliki Pushidrosal dan diharapkan dapat membantu mengoptimalkan operasi underwater.

KRI Canopus sendiri baru bergabung memperkuat TNI AL pada Mei 2026. Kapal ini menjadi salah satu unsur terbaru yang dimiliki Indonesia untuk kegiatan survei dan pemetaan kondisi laut.

Dalam konteks operasi KM Virgo, kemampuan tersebut menjadi penting untuk membantu tim memahami kondisi di sekitar bangkai kapal sebelum langkah pencarian lebih jauh dilakukan.

ROV memungkinkan petugas melakukan pengamatan bawah air tanpa terlebih dahulu mengirim manusia ke lokasi yang berpotensi berbahaya. Kamera dan perangkat pada kendaraan bawah air tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi bangkai serta lingkungan di sekitarnya.

Pencarian Tetap Dilakukan dari Laut dan Udara

Pengerahan KRI Canopus bukan berarti pencarian di permukaan dihentikan.

TNI AL sebelumnya mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936 dan KAL Kumai II-13-51. Operasi juga mendapat dukungan pesawat CN-235 MPA serta helikopter.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diperkuat Helikopter Panther HS-1311, tim Kopaska, tim Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba), serta tim kesehatan Koarmada II.

Dengan demikian, pencarian hari ketiga berlangsung melalui beberapa lapisan: permukaan laut, udara, dan bawah laut.

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sebelum komunikasi terputus, nakhoda sempat melaporkan kapal menghadapi cuaca buruk dan kemudian berada dalam posisi miring.

Operasi hari ketiga kini memasuki fase yang lebih kompleks. Selain menyisir area laut yang luas, tim harus memeriksa kondisi di sekitar bangkai kapal yang berada puluhan meter di bawah permukaan.

Penggunaan KRI Canopus, ROV, drone bawah laut dan tim penyelam diharapkan dapat memperluas kemampuan pencarian. Namun, hasil operasi tetap bergantung pada kondisi aktual di dasar laut, arus, jarak pandang bawah air, serta cuaca di lokasi.

Prioritas utama tetap sama: menemukan korban yang masih dinyatakan hilang dan memastikan setiap tahapan operasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan tim SAR.

Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.

Ditulis oleh Riki firmansyahrial

Komentar