Frame Daily, Jakarta – Pergerakan harga pangan nasional pada Jumat (31/7/2026) masih menunjukkan tren yang bervariasi. Sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang, beras, telur ayam ras, hingga minyak goreng dipantau pemerintah untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga terkendali.
Pemantauan harga dilakukan melalui panel informasi pangan pemerintah yang menghimpun data dari berbagai daerah. Meski beberapa komoditas mengalami perubahan harga, secara umum pasokan pangan nasional masih dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Cabai dan Bawang Masih Menjadi Sorotan
Komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih masih menjadi penyumbang fluktuasi harga. Perubahan pasokan akibat cuaca, distribusi, dan perbedaan produksi antarwilayah menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, harga beras, gula konsumsi, minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi relatif lebih stabil meski terdapat perbedaan harga di sejumlah daerah.

Baca juga : Prabowo Serahkan 62 Ribu Kunci Rumah Subsidi di Batang
Pemerintah Terus Memantau Stabilitas Harga
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus memantau perkembangan harga pangan strategis setiap hari sebagai dasar pengambilan kebijakan stabilisasi pasokan dan harga. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi komoditas yang memerlukan intervensi agar gejolak harga tidak membebani masyarakat.
Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan harga melalui kanal resmi pemerintah karena harga setiap komoditas dapat berbeda antarwilayah bergantung pada kondisi distribusi dan ketersediaan pasokan.
Prospek Harga Pangan
Memasuki awal Agustus, pelaku pasar memperkirakan harga sejumlah komoditas pangan masih berpotensi bergerak fluktuatif, terutama kelompok hortikultura. Namun, dengan kondisi stok yang dinilai memadai dan pemantauan pemerintah, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber: Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia.
Komentar