Harga Minyak Menguat, Ketegangan Jalur Selat Hormuz Bayangi Pasar

“Minyak hampir menghapus seluruh premi perang, meski nota kesepahaman tidak memuat rincian penegakan dan serangan masih berlangsung,” kata Yip kepada Al Jazeera.

Harga Minyak Menguat, Ketegangan Jalur Selat Hormuz Bayangi Pasar
Ilustrasi - Selat Hormuz adalah jalur laut paling vital bagi energi global. (Foto: Reuters)

Frame Daily, jakarta - Harga minyak dunia kembali menguat setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Pelaku pasar menilai situasi di Selat Hormuz masih berpotensi mengganggu distribusi energi global sehingga mendorong kenaikan harga minyak.

Mengutip Al Jazeera, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus naik sekitar 0,9 persen menjadi 73,21 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (29/6/2026).

Selat Hormuz Jadi Perhatian Pasar

Kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut. Gangguan terhadap jalur pelayaran berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional sekaligus mendorong volatilitas harga minyak.

Fabien Yip, analis pasar dari IG di Sydney, menilai pasar masih mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut meski terdapat harapan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Di tengah kenaikan harga minyak dunia, pergerakan bursa saham Asia menunjukkan arah yang berbeda.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,7 persen, sementara Kospi Korea Selatan melemah 1,9 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong menguat 2,2 persen dan Taiex Taiwan naik 1,4 persen.

Saham-saham sektor teknologi, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan pada perdagangan hari itu.

Investor Pantau Perkembangan Konflik

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk kemungkinan langkah diplomatik yang dapat meredakan ketegangan.

Selain mencermati perkembangan geopolitik, investor juga memperhatikan dampaknya terhadap distribusi energi global serta potensi perubahan harga minyak dalam beberapa pekan ke depan.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran masih terus berubah. Frame Daily akan memperbarui artikel apabila terdapat pernyataan resmi dari pemerintah kedua negara maupun lembaga internasional terkait.

Ditulis oleh Reza Aka

Komentar