Frame Daily, Jakarta — Tren kenaikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu minat masyarakat untuk berburu instrumen investasi yang dianggap aman. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar, hingga tensi geopolitik internasional, emas kembali menjadi pilihan utama warga untuk menjaga nilai aset mereka.
Pantauan di sejumlah platform penjualan emas digital maupun toko emas konvensional menunjukkan peningkatan transaksi pembelian sejak awal pekan ini. Bahkan, beberapa gerai mengaku mengalami lonjakan permintaan dibanding bulan sebelumnya.
Warga Pilih Emas untuk Jaga Nilai Uang
Salah satu warga Jakarta Timur, Rina (34), mengaku mulai rutin membeli emas batangan ukuran kecil sebagai bentuk tabungan jangka panjang.
“Sekarang apa-apa mahal, jadi saya pilih simpan emas sedikit-sedikit. Rasanya lebih aman dibanding uang disimpan biasa,” ujarnya, Senin (24/5/2026).
Kenaikan harga emas dipicu berbagai faktor global, mulai dari kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia hingga meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Kondisi ini membuat harga emas dunia terus menguat dan berdampak pada harga jual di dalam negeri.

Ketidakpastian Ekonomi Jadi Pemicu
Pengamat pasar keuangan menilai tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut apabila ketidakpastian global belum mereda. Selain investor besar, masyarakat kelas menengah kini juga mulai aktif membeli emas sebagai langkah antisipasi terhadap inflasi.
“Emas biasanya dicari saat kondisi ekonomi tidak stabil. Masyarakat melihat ini sebagai aset yang relatif aman untuk menjaga daya beli,” kata analis pasar keuangan Dimas Prasetyo.
Toko Emas dan Perhiasan Ikut Ramai
Tak hanya emas batangan, perhiasan emas juga mulai ramai diburu. Sejumlah pedagang di kawasan Pasar Senen dan Cikini mengaku penjualan meningkat menjelang pertengahan tahun, meski harga terus menanjak.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati dan mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum berinvestasi. Analis menyarankan warga untuk tidak membeli emas hanya karena ikut tren, melainkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Media Sosial Ikut Dorong Tren Investasi Emas
Di sisi lain, kenaikan harga emas juga memunculkan fenomena baru di media sosial. Banyak konten edukasi investasi hingga tips membeli emas mulai bermunculan dan ramai dibahas warganet, terutama generasi muda yang mulai tertarik pada instrumen investasi rendah risiko.
Jika tren penguatan terus berlangsung, emas diperkirakan masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Komentar