Penyakit ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Banyak penderita baru menyadari kondisi ginjalnya bermasalah setelah memasuki tahap kronis dan membutuhkan tindakan medis serius seperti cuci darah.
Dokter menyebut kerusakan ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa gejala jelas pada tahap awal. Karena itu, penyakit ini kerap disebut silent disease atau penyakit diam-diam.
Dalam dunia medis, adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap sehingga tubuh tidak mampu menyaring limbah dan cairan dengan baik.
Ginjal sendiri memiliki peran penting untuk menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta membantu mengontrol tekanan darah.
Apa Itu Penyakit Ginjal?
Ginjal merupakan organ berbentuk kacang yang berada di bagian belakang perut.
Setiap hari, ginjal bekerja menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine. Ketika fungsi ginjal menurun, racun dapat menumpuk di dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Dalam istilah kedokteran, penurunan fungsi ginjal jangka panjang disebut Chronic Kidney Disease atau CKD.
Gejala Gangguan Ginjal yang Sering Tidak Disadari
Pada tahap awal, penyakit ginjal sering tidak menimbulkan keluhan berat. Namun, beberapa tanda berikut perlu diwaspadai.
1. Sering Lelah dan Lemas
Penumpukan racun dalam tubuh akibat fungsi ginjal menurun dapat menyebabkan tubuh mudah lelah.
Penderita juga sering merasa tidak bertenaga meski cukup istirahat.
2. Bengkak pada Kaki dan Wajah
Ginjal yang rusak kesulitan membuang cairan berlebih sehingga menyebabkan pembengkakan atau edema.
Biasanya pembengkakan terjadi pada kaki, tangan, dan area wajah.
3. Urine Berbusa
Urine berbusa dapat menjadi tanda adanya protein yang bocor ke urine akibat kerusakan penyaringan ginjal.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut proteinuria.
4. Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari
Gangguan ginjal dapat memengaruhi pola buang air kecil, terutama pada malam hari.
5. Nyeri Pinggang Belakang
Sebagian penderita mengalami nyeri pada area pinggang belakang dekat lokasi ginjal.
Namun, tidak semua nyeri pinggang berkaitan dengan penyakit ginjal.
6. Tekanan Darah Tinggi
Ginjal dan tekanan darah memiliki hubungan erat. Kerusakan ginjal dapat memicu hipertensi, begitu pula sebaliknya.
Penyebab Kerusakan Ginjal
Dokter menyebut diabetes dan hipertensi sebagai penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Selain itu, beberapa faktor lain juga meningkatkan risiko kerusakan ginjal:
- kurang minum air putih
- terlalu sering konsumsi minuman manis
- konsumsi obat sembarangan
- merokok
- obesitas
- infeksi ginjal
- pola makan tinggi garam
- menahan buang air kecil terlalu sering
Kebiasaan mengonsumsi obat nyeri tanpa pengawasan dokter dalam jangka panjang juga dapat merusak ginjal.
Istilah Kedokteran yang Perlu Diketahui
- CKD (Chronic Kidney Disease): penyakit ginjal kronis.
- Proteinuria: kondisi protein bocor ke urine.
- Edema: pembengkakan akibat penumpukan cairan.
- Gagal ginjal: kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu bekerja optimal.
- Dialisis: prosedur cuci darah untuk membantu fungsi ginjal.
Bahaya Penyakit Ginjal Jika Dibiarkan
Kerusakan ginjal yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
- gagal ginjal total
- tekanan darah tinggi
- anemia
- gangguan jantung
- penumpukan cairan di paru-paru
- gangguan keseimbangan elektrolit
Pada tahap lanjut, penderita dapat membutuhkan cuci darah rutin atau transplantasi ginjal.
Cara Menjaga Kesehatan Ginjal
Dokter menyarankan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal:
- minum air putih cukup
- mengurangi garam berlebihan
- menjaga tekanan darah normal
- mengontrol gula darah
- tidak merokok
- rutin olahraga
- menghindari konsumsi obat sembarangan
- tidak menahan buang air kecil
Pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala juga penting terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
- urine berbusa terus-menerus
- pembengkakan pada kaki
- nyeri pinggang berat
- tekanan darah tinggi
- tubuh mudah lelah
- perubahan warna urine
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi gagal ginjal kronis.
Artikel ini di buat dari berbagai Sumber: Mayo Clinic, Cleveland Clinic, Kementerian Kesehatan RI, Halodoc, Alodokter.
Komentar