Ernest Prakasa Bongkar Dugaan Monopoli Layar Bioskop, Singgung Keras Realita Industri Film Indonesia

Ernest Prakasa akhirnya buka suara soal isu monopoli layar bioskop yang ramai diperbincangkan publik.

Ernest Prakasa Bongkar Dugaan Monopoli Layar Bioskop, Singgung Keras Realita Industri Film Indonesia
Ernest Prakasa (ig @ernestprakasa)

Frame Daily, Jakarta - Isu dugaan monopoli layar bioskop kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa produser film independen mengeluhkan sulitnya mendapatkan jadwal tayang. Di tengah polemik tersebut, sutradara sekaligus produser film Ernest Prakasa ikut memberikan pandangannya melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya.

Dalam videonya, Ernest menilai banyak masyarakat yang belum memahami cara kerja industri perfilman, khususnya soal distribusi film di bioskop. Menurutnya, sistem yang berjalan saat ini lebih berkaitan dengan strategi bisnis dibanding praktik curang.

Ernest kemudian mengibaratkan bioskop seperti warung dengan rak terbatas. Ia menjelaskan bahwa bioskop harus memilih film-film yang dianggap paling berpotensi mendatangkan banyak penonton agar bisnis tetap berjalan.

“Bioskop tuh cuma punya satu tujuan: gimana caranya layar-layar yang terbatas ini menghasilkan sebanyak mungkin tiket,” kata Ernest dalam unggahan videonya.

Pernyataan tersebut langsung ramai dibahas netizen. Banyak yang setuju dengan analogi Ernest karena dianggap membuka sudut pandang baru tentang kerasnya persaingan industri film Indonesia. Namun, tidak sedikit juga yang merasa film independen tetap membutuhkan ruang lebih besar agar industri perfilman lebih sehat.

Ernest juga menyinggung soal kekuatan rumah produksi besar yang dinilai lebih mudah mendapatkan slot tayang bioskop. Menurutnya, faktor reputasi dan dana promosi menjadi alasan utama bioskop lebih percaya kepada PH besar.

Film Warkop DKI Viralin Dong Makin Ditunggu Setelah Lagu “Ndokasin” Resmi DiumumkanFrame Daily
Film terbaru Warkop DKI bertajuk Warkop DKI Viralin Dong makin mencuri perhatian publik jelang penayangannya. Lagu “Ndokasin” ciptaan Desta resmi diumumkan sebagai soundtrack utama dan langsung viral di media sosial.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Baca Selengkapnya...

Ia menjelaskan bahwa rumah produksi ternama biasanya sudah memiliki basis penonton loyal dan strategi pemasaran yang kuat. Bahkan, untuk satu film saja, promosi bisa dilakukan ke puluhan podcast hingga program televisi.

“Ketika orang lihat brand-nya, mereka sudah percaya kualitasnya,” ujar Ernest.

Meski begitu, Ernest menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti praktik kecurangan atau suap-menyuap. Ia menyebut sistem tersebut sebagai bentuk kapitalisme industri yang berjalan berdasarkan hukum pasar.

Walau menganggap sistem saat ini masih “fair”, Ernest mengakui kondisi tersebut belum ideal. Ia berharap ke depannya film-film independen bisa mendapat kesempatan yang sama besar berdasarkan kualitas karya, bukan sekadar nama besar rumah produksi.

Unggahan Ernest pun langsung dipenuhi komentar netizen. Banyak followers memuji keberaniannya membahas isu sensitif di industri film. Beberapa netizen bahkan menyebut penjelasan Ernest sangat “relate” dan mudah dipahami masyarakat awam.

Polemik soal dugaan monopoli layar bioskop mulai ramai diperbincangkan usai sejumlah produser film independen menyampaikan keluhan terkait distribusi film kepada DPR RI. Situasi ini kembali membuka perdebatan mengenai ketimpangan persaingan antara rumah produksi besar dan sineas independen.

Ditulis oleh DF

Komentar