Frame Daily, Jakarta - Cheese platter semakin populer sebagai sajian untuk berbagai kesempatan, mulai dari pesta kecil, piknik, hingga jamuan bersama keluarga dan teman. Hidangan yang identik dengan perpaduan aneka keju, buah segar, roti, dan camilan pendamping ini tak hanya menarik secara visual, tetapi juga menawarkan kombinasi rasa yang beragam dalam satu sajian.
Meski kerap dianggap sebagai hidangan premium, cheese platter sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di supermarket. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis keju, keseimbangan rasa, serta penataan yang menarik.
Apa Itu Cheese Platter?
Cheese platter atau cheese board merupakan sajian yang terdiri atas beberapa jenis keju yang disusun di atas papan kayu, piring besar, maupun baki. Dalam perkembangannya, hidangan ini dilengkapi berbagai makanan pendamping seperti crackers, roti, buah segar, kacang-kacangan, hingga saus atau selai.
Di berbagai negara Eropa, cheese platter umum disajikan sebagai hidangan pembuka maupun camilan saat berkumpul. Kini, tren tersebut juga berkembang di Indonesia seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sajian bergaya internasional yang mudah dikreasikan sesuai kebutuhan dan anggaran.
Keunggulan cheese platter terletak pada fleksibilitasnya. Tidak ada aturan baku mengenai komposisi isian sehingga setiap orang dapat menyesuaikan bahan berdasarkan selera maupun ketersediaan di rumah.
Isi Cheese Platter yang Umum Digunakan
Elemen utama tentu saja adalah keju. Agar cita rasa lebih seimbang, disarankan menggunakan beberapa jenis keju dengan karakter berbeda, misalnya keju keras seperti cheddar atau parmesan, keju semi-keras seperti gouda, serta keju lembut seperti brie atau camembert. Kombinasi tekstur tersebut membuat pengalaman menikmati cheese platter menjadi lebih menarik.
Selain keju, crackers atau irisan baguette menjadi pendamping yang paling umum digunakan. Tekstur renyah dari crackers membantu menyeimbangkan rasa creamy dari keju.
Buah segar seperti anggur, apel, stroberi, pir, blueberry, hingga kiwi juga sering ditambahkan. Kehadiran buah memberikan rasa manis alami sekaligus membuat tampilan cheese platter lebih berwarna.
Untuk menambah tekstur, banyak orang memasukkan kacang almond, walnut, pistachio, atau kacang mete panggang. Sementara itu, madu, selai buah, mustard, hingga fig jam kerap dijadikan pelengkap untuk memberikan variasi rasa.
Beberapa versi cheese platter juga dilengkapi irisan smoked beef, salami, atau prosciutto. Untuk pilihan halal, smoked beef atau roast beef bisa menjadi alternatif yang tetap menghadirkan rasa gurih.
Cara Membuat Cheese Platter di Rumah
Membuat cheese platter tidak memerlukan proses memasak yang rumit. Langkah pertama adalah menyiapkan seluruh bahan dan memastikan buah telah dicuci serta dikeringkan agar tidak membuat papan saji menjadi basah.
Selanjutnya, susun berbagai jenis keju terlebih dahulu pada beberapa titik berbeda di atas papan. Setelah itu, tambahkan crackers atau irisan roti di sela-sela keju untuk mengisi ruang kosong.
Buah segar kemudian ditempatkan di beberapa bagian agar warna sajian terlihat lebih hidup. Setelah itu, isi bagian yang masih kosong menggunakan kacang-kacangan, mangkuk kecil berisi madu atau selai, lalu tambahkan garnish seperti rosemary atau thyme sebagai sentuhan akhir.
Penataan menjadi faktor penting karena cheese platter tidak hanya dinikmati dari rasanya, tetapi juga dari tampilannya yang estetik.
Tips Agar Cheese Platter Terlihat Menarik
Pemilihan warna bahan menjadi salah satu kunci utama. Perpaduan warna putih dari keju, merah dari stroberi, hijau dari rosemary, dan ungu dari anggur mampu membuat sajian terlihat lebih premium.
Selain itu, variasikan bentuk potongan keju. Sebagian dapat dipotong dadu, sebagian lagi diiris tipis atau disajikan utuh agar memberikan dimensi visual yang lebih menarik.
Gunakan buah yang tidak mudah mengeluarkan banyak air seperti anggur atau apel agar susunan tetap rapi lebih lama. Bila cheese platter akan dijadikan hampers atau dijual, gunakan wadah food grade dengan penutup transparan agar tampilannya tetap menarik sekaligus higienis.
Penyimpanan juga perlu diperhatikan. Cheese platter sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dan dikonsumsi dalam waktu satu hingga dua hari agar kualitas keju maupun buah tetap terjaga.
Cheese platter menawarkan kombinasi rasa gurih, manis, segar, dan renyah dalam satu sajian yang fleksibel disesuaikan dengan selera maupun anggaran. Dengan memilih beberapa jenis keju, menambahkan buah segar, roti, crackers, kacang, serta pelengkap lainnya, siapa pun dapat membuat cheese platter sendiri di rumah tanpa teknik memasak yang rumit. Selain cocok untuk acara keluarga maupun perayaan, sajian ini juga memiliki potensi sebagai ide usaha karena tampilannya yang menarik dan mudah dikreasikan.
Komentar